kicauan-kicauanku tentang petikan hikmah yang kuambil dimanapun, kapanpun dan dari siapapun...
Rabu, 13 Januari 2021
Kantong Doraemon
Dua Belas
Selamat tanggal 12 yang pertama di tahun 2021 ini
Semoga kebaikan, keberkahan, kesehatan dan keselamatan senantiasa hadir di hati dan setiap langkah kita.
.
Tanggal duabelas adalah tanggal cantik yang senantiasa memiliki kenangan tersendiri di dalam diri ini.
Ditanggal dan bulan yang cantik ini aku dilahirkan ke dunia yang penuh dengan ujian ini. Tanggal yang mudah untuk diingat dan untuk dikenang. Alhamdulillah aku dilahirkan di tengah keluarga yang jika dilihat dari pohon silsilah keluarga, keluarga kami terbilang lengkap. Sampai ke silsilah buyutpun kami masih mendapatkannya. Alhamdulillah semoga Allah memberkahi semua nikmat keluarga yang Allah berikan kepada kami
.
1212 enam tahun yang lalu
Ditanggal dan bulan ini tepat 12 week usia bidadari kecil hadirn di rahimku ini di tempat ternyaman sang manusia kecil berada. Setelah penantian yang terbilang tidak sebentar namun juga bukan penantian terbilang ngoyo. Tentu bukan tanpa alasan aku berdoa untuk tidak menyegerakan mendapatkan sang buah hati. Ada alasan kuat yang aku miliki karena insting seorang istri. Namun, setelah pasrah dan ikhlas dalam suatu titik aku berdoa kepada sang pencipta aku telah pasrah dan siap dengan amanah jika Ia berkehendak. Di titik itulah aku siap untuk menjadi seorang ibu dan siap menerima takdir Allah apapun yang ada di depan sana.
Belum genap duabelas bulan sang buah hati hadir, benar instingku selama ini Badai besar datang menerpa. Pernikahan itu berada di ujung tanduk.
12bulan x 2 aku mencoba untuk mempertahankan kapal yang hendak karam itu. Namun aku tak cukup kuat untuk bertahan dengan semuanya . Akhirnya kapal itupun karam jua.
.
Di tanggal 12 ini aku kembali membuka lembaran baru untuk berjuang mengarungi bahtera bersama kapal yang baru. Aku telah berazzam semoga ini kapal terakhirku. Semoga Kapal yang baru ini dapat berlayar sampai jannah-Nya kelak.
Semoga Allah meridhoi kapal baru ini, memberkahi setiap jalan kami dan menjadikan kami keluarga yang sakinah Mawaddah warahmah.
Badai telah berlalu dan badai selanjutnya pasti akan datang lagi, lagi dan lagi..
Semoga Allah senantiasa membimbing kami dalam setiap nafas dan langkah kaki kami selalu. Aamiin ya robbal a'lamiin..
Minggu, 08 Maret 2020
Bunsay Game Level 11 Fitrah Seksualitas : Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan dan Solusinya
Kelompok Delapan :
https://youtu.be/FSZWw_ffJ5A
Izin tanyaaa..
Mau dong, kalau ada contoh info yg tidak sesuai umur (selain adegan sensual yaa)..
Kadang2 nonton acara binatang di NatGe*Wild eh tetiba diselipin adegan hewan kawin. Duh..
*Kalau menurut ahli sih katanyaa seks rekreasional hanya dikenal oleh manusia.. Sementara di hewan murni reproduksi..
Nah, adegan gitu gmn pengaruhnya ke anak? Takutnya lihat pas gak didampingi.. Apa Mamaknya aja nih yg overthinking?
Pertanyaan mbak alliza ini kyknya sering dialami sama kita semua dech mbak...😆
Klo aku, langsung aku ganti chanel lain mbak..
Terlepas anak tau atau ga, ngaruh atau ga, lebih baik kita lakukan aksi pencegahan mbak..
Bukankah mencegah lebih baik drpd mengobati 😁
Bunsay #5 Fitrah Seksualitas : Pendidikan Fitrah Seksualitas Sejak Dini
🎙🎙🎙🎙🎙🎙🎙🎙
Mba @Dita
Mba @Ip Sinta
Mba @Wahyu Mom Kay
Mba @Ip Nenda Cikandepermai
Mba @Ra'ufina IP Banten Jakarta
Mba @Bunsay#5 Amalia Ayu R
Mba @Bunsay#5 Ika R
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Ada 4 tahapan usia dalam penerapan fitrah seksualitas
Yaitu
Usia 0-2th : anak didekatkazn dg ibunya ; saat menyusui
Usia 3-6th : anak laki2 dan perempuan didekatkan dg kedua orangtua agar memiliki leseimbangan emosional dan rasional
Usia 7-10th : anak laki2 didekatkan dg ayahnya agar mengerti ttg tanggung jawab, peran sosial, peran kelelakian, peran keayahan, cinta, tatacara mandi wajib juga konsekuensi memiliki sperma
Sedangkan anak perempuan didekatkan dg ibunya tentang keperempuanan, peran keibuan, merawat, melayani,
Usia 10-14th : anak lelaki didekatkan dengan ibunya dan anak perempuan dengan ayahnya. Hal ini agar anak mampu memahami empati pada lawan jenis, bagaimana memahami dan memperlakukan lawan jenis
Bagaimana Caranya..
1. Mulai memberi nama yang baik untuk anak sesuai dengan jenis kelaminnya ya
2. Bonding anak dalam masa penyusuan hingga 2 tahun
3. Bercanda, senda gurau dengan ayah dan ibu.. Memberikan rasa nyaman didekatnya.
4. Pisahkan tempat tidur, baik dengan kita sbg orangtua ataupun dengan saudara kandung yg berbeda jenis kelamin mulai usia 3-5 tahun
5. Ajarkan ada izin ketika memasuki kamar orangtua
6. Ajarkan menutup aurat sejak dini
Dalam konsep Islam dikenal Tarbiyah Jinsiyah sebagai pendidikan seks . Dalam kaidah islam pendidikan seks mengacu kepada akhlak & adab yang berlandaskankpd keimanan/syariat
Menurut Ust. Budi Ashari Lc, ada 3 pembahasan utama dalam pendidikan seks
1. Berketurunan/reproduksi
2. Bersuci / thaharah cara menghilangkan hadast
3. Menutup aurat (konsep aurat, muhrim&nonmuhrim)
Dalam islam mode pendidikan seks ini juga perlu tahapan usia, bukan sebuah penjelaaan singkat yg tiba2. Sesuai keperluan pengetahuan anak dan menggunakan bahasa yang santun
Jadi yang pertama kita lakukan sbg orangtua adalah tanamkan akidah, ajarkan syariat perlahan tapi pasti semoga bisa terpatri dalam diri anak2 kita .. Aamiin..
SESI TANYA JAWAB
Tanya
Saufa, Kelompok 10
Apakah bisa dijelaskan lebih lanjut mengenai kondisi boarding school, perceraian, dll nya yg tsb di materi yg bisa mengakibatkan masalah2 sosial dan kejiwaan, seksualitas?
mungkin yang perlu digaris bawahi adalah "anak-anak yang tercerabut dari orang tuanya". Baik itu karena perceraian, peran atau salah satunya boarding school.
Sering kali anak merasa terasingkan. Waktu untuk berdiskusi banyak dihabiskan dengan teman sebaya, sering satu pemikiran dan satu perasaan. Belajar bersama dan banyak melakukan aktivitas bersama.
Salah satu masalah kejiwaan yang dimaksud bisa kecemasan berlebihan, rendah diri bahkan penyimpangan orientasi seksual. Penyimpangan orientasi bisa berawal dari rasa "nyaman" ketika kita terlalu banyak menghabiskan waktu dengan sesama gender kita.
Dan menurut saya tak apa dg boarding school selama sudah kita penuhi kebutuhannya. Kebutuhan akan rasa cinta, rasa aman, nyaman dan yang pasti banyak-banyak ajak ngobrol 😉
2. Ada seorang pemuda skr umurnya 16, jd kira2 sdh baligh ya. Ia kehilangan figur ayah sejak balita.
Dr kecil mmg cenderung keibuan & ngemong bgd ke adik2 tirinya (usia cukup jauh), bahkan nggak keberatan ngasuh, nyebokin & nyuapin mrk.
Belakangan kami temukan pemuda tsb mengunggah foto2 di sosmed-nya dg wajah & gaya kemayu (sepertinya pakai app make-up) shg terlihat cantik & tentunya menuai macam2 komen.
Kami sgt berhati2 nggak membahas ini, tp krn sdh ada bukti d sosmed rencananya kami akan mengangkat topik ini ke ibunya yg msh saudara.
Tanya 1:
Adakah yg dpt memberikan saran sebaiknya dr hal apa aja pembicaraan ini di mulai?
Tanya 2:
Apakah msh bs diluruskan fitrah sang pemuda mengingat ia sdh baligh?
Jawab 1 :
kalau boleh, bagaimana jika dimulai dg pembicaraan dg ibu. Bisa kita bertanya pada ibunya "lihat foto si aa" dan biarkan ibu yang berbicara pada anaknya.
Jawab 2 :
Sebetulnya harus dikonfirmasi dulu dg yang bersangkutan, apakah hanya bercanda2an atau bagaimana. Karena kadang ada juga yang buat seru2an, walau tetep rasanya itu tak sesuai.
"Kehilangan" "perasaan disakiti" sering kali menjadi salah satu indikator munculnya penyimpangan orientasi. Ia berusaha mencari figur pengganti dari orang lain atau bahkan dirinya sendiri yang memunculkan figur tersebut.
Meluruskan fitrahnya pasti bisa, JIKA ia "menyadari kalau itu tidak tepat dan mau untuk memperbaikinya". Ada dukungan dan pengkondisian yang pas dalam lingkungan insya Allah bisa.
Rabu, 26 Februari 2020
Bunsay Game Level 11 Fitrah Seksualitas : Peran Orangtua dalam membangkitkan Fitrah Seksualitas
kesimpulannya adalah, peran ayah/ibu sangat penting dalam fitrah seksualitas anak. Damping anak-anak kita mengenali fitrahnya. Kita pasti bisa ^^
Nama : Halida
Kelompok : 1
Apakah setiap anak laki2 yang kehilangan sosok ayah memiliki kemungkinan besar akan "melambai"? apakah hanya tergantung pola pengasuhan/lingkungan saja?
bagaimana kalau si anak tetap dlm pengasuhan ibu dengan baik sesuai fitrahnya, apakah akan tetap punya sisi "melambai" wlpn tidak di tunjukkan secara jelas krn tidak adanya sosok ayah??
karena kan banyak anak yang masih kecil sudah kehilangan sosok ayah, di tinggal org tuanya, misal ayahnya meninggal atau ortu bercerai. mohon pencerahannya. makasih. 😉
Kalo dari aku sih, melambai atau engga itu faktornya buanyaaak.
Faktor pentingnya adalah ada father figure yg bisa dia amati atau engga gt.
Contoh realnya dari adek kandungku. Dia masih 1 taun pas Ayah meninggal. Jadi ga pernah inget apa2 ttg beliau.
Untungnya ada Pakpuhku yg sering ngajak dia pergi bareng2. Jadi ku rasa dia dapet father figurenya dari situ. (mbak Rica)
Kemungkinan "melambai" lebih besar peluang nya tanpa ayah dibanding, pengasuhan orangtua komplit. Karena walau gimanapun sayap yang patah sebelah butuh perjuangan untuk tetap seimbang menyeimbangi sayap yg lain.
Butuh sosok pengganti baik dari keluarga inti, misal abang n keluarga yg lain seperti paman, kakek dll.
Pola pengasuhan sangat berpengaruh, pola yg salah akan meberikan output yg salah, juga sebaliknya, demikian juga dgn lingkungan, lingkungan yg tidak steril memberikan efek negatif juga.
Jika pengasuhan ibu sesuai fitrah, "melambai" itu lebih kecil, karena meskipun lelaki mereka juga punya sisi perempuan meskioun cuma sedikit
(mbak Siti)
Tidak selalu, terutama apabila sang ibu mampu menghadirkan sosok pengganti peran ayah di keluarganya. Misalnya paman, kakek, dan lain-lain. Rasulullah SAW adalah contoh anak yang tumbuh tanpa peran ayah tapi tidaj melambai. Karena beliau mendapatkan peran ayah dari kakeknya dan dari pamannya (Mbak Syari)
1. Misal ibunya sudah tomboy, biasanya tentu anak akan mengcopy ibunya yak? Apakah bisa si anak tidak tomboy ataauuu mungkinkah si anak akan mencari sendiri sisi feminimnya?
2. Aku merasakan, lebih mencari sosok dari tanteku drpd ibuku...tapi yang kuingat masa kecilku selalu sama ibu dan bapak, memasuki usia SD selalu dengan ibu, dengan bapak bisa dibilang sudah jaraanngg sekali berkomunikasi. Dan dgn tante itu sejak kelas 3 SMP. Apakah jadi mematahkan teori ttg kedekatan dgn orang tua di usia dini?
Dan di saat anak sudah aqil baligh, sudah mulai berpikir logis, dan dia akan mencari sendiri sisi feminimnya dan ini harus difasilitasi n support.
Karena aku sendiri mengalami nya, dulu aku tuh tomboy bangat, manjat pohon kelapa yg tinggi juga pernah, berantem sama laki" juga tak lakoni, padahal tidak ada role mode tomboy di keluarga kami, tapi makin menginjak remaja, lingkungan yg mendukung, support dr orang" sekitar, serta ilmu yg didapat sedikit demi sedikit mulai feminim, (Mbak Siti)
Dari Wahyuni, kelompok 6
Kucoba jawab nomer 3 ini..
Nggak juga..justru ini indikasi bahwa kita kurang dekat sama ayah atau di dalam pertumbuhan kita, tidak ada peran ayah yang kita panuti. Jadi kita secara reflek mencari sosok ayah dari rekan2 lelaki kita.
Ini sama kayak saya, kok. Saya nyaman berada di antara laki2. Nyaman2 saja duduk diapit 2 laki2. Ternyata karena ayah saya pergi sejak saya berusia 8 tahun dan tak ada sosok ayah pengganti di kehidupan saya (Mbak Syari)
Saufa
Kelompok 10
Bagaimana menyikapi fenomena fatherless dlm keluarga kaitannya dlm menumbuhkan fitrah seksualitas anak, ayah ada seolah tiada. Figur ayah tak terasa seolah lumpuh bahkan mati.
ini ayahnya ada tapi tiada? susah banget... mau cari pengganti tapi ayahnya ada, ya kan?
fenomena ayah sabtu-minggu sedang merebak di kota-kota besar. fenomena fatherless walau sedikit kasusnya, tapi tidak dimungkiri banyak terjadi di masyarakat.
kalau sang ayah belum sadar juga akan tugasnya, demi menyelamatkan fitrah anak, sang ibu terpaksa harus mendekatkan anak2nya dengan figur ayah lain, misal, paman, atau kakek. tapi, coba bicarakan kembali dengan sang ayah... (Mbak Syari)
Sabtu, 11 Mei 2019
Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak #10
🔺 Diesty Eka - PG3-
🔺 Level 2 : Melatih Kemandirian Anak
🔺 Fasilitator : Nourma Devita
***
🔺 Waktu Pengamatan : Sebtu, 11 Mei 2019
🔺 Kanaya Tsabita (4y10m)
🔺 Skill yang dilatih : Tidur sendiri / tidur tanpa Bunda
Cerita hari ini / Pencapaian hari ini :
Hari ini kami akan berbuka puasa di rumah uti dan akung. Naya kami coba sounding untuk mau tidur sendiri / tidur bersama uti dan akung -tanpa bundanya.
Menurut cerita dari uti, kalau Ia sedang di rumah Uti sendiri tanpa Bunda, Naya pinter bobonya ketika bangun pun tidak menangis. Tapi ketika ada Bundanya, ketika bangun tidur tidak ada Bunda di sampingnya Ia malah menangis kencang.
Evaluasi :
Bunda harus sering memberikan sugesti positif agar Naya mau segera tidur sendiri.
Dan semoga kami segera mendapatkan rejeki agar mampu mewujudkan impian Naya untuk memiliki kamar sendiri dengan desain princess sesuai favorit nya
**maafkan tidak ada foto, tiba-tiba blogger eror tidak bisa upload foto
#hari10
#gamelevel2
#tantangan10h
#bunsay5
#MelatihKemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak #9
🔺 Diesty Eka Kurniawati - PG3
🔺 Level 2 : Melatih Kemandirian Anak
🔺 Fasilitator : Nourma Devita
***
🔺 Waktu Pengamatan : Sabtu, 11 Mei 2019
🔺 Kanaya Tsabita (4y10m)
🔺 Skill yang dilatih : Mandi Sendiri dan Membersihkan diri setelah buang air besar
Cerita / Pencapaian :
Sore ini kita akan berbuka puasa di rumah uti. Sebelum ashar Naya sudah di sounding untuk mandi cepat dan mandi sendiri.
Naya sudah bisa membuka pakaian sendiri. Namun untuk meletakkann pakaian di tempat pakaian kotor belum otomatis dilakukan. Masih harus terus diingatkan.
N : Bunda Naya mpup
B : iya terus nanti wawik sendiri yah
N : iya
B : langsung mandi sendiri yah
N : tapi keramasnya tolongin ya bund
B : blajar lah
N : besok-besok aja
karena waktu yang sudah sore, jadilah Bunda membantu Naya Shampoan.
Alhamdulillah mandi sore hari ini berlangsung lancar dengan sedikit bantuan saat keramas. dan berhasil wawik BAB sendiri tanpa bantuan bunda.
**
Terkait dengan ADAB Masuk dan keluar kamar mandi, Alhamdulillah Naya sudah mengamalkan do'a nya dengan konsisten
Catatan :
Bunda masih terus berjuang untuk memberikan sugesti positif agar Naya mau mandi sendiri dan bisa keramas sendiri
Apresiasi Kemandirian :
Naya diberikan pujian dan tentu saja ciuman dan pelukan karena telah mau belajar Mandi Sendiri dan wawik sendiri
**maafkan foto tidak nyambung, hanya memanfaatkan stock foto yang ada di hp saja.
#hari9
#gamelevel2
#tantangan10h
#bunsay5
#MelatihKemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak #8
🔺 Diesty Eka Kurniawati - PG3
🔺 Level 2 : Melatih Kemandirian Anak
🔺 Fasilitator : Nourma Devita
***
🔺 Waktu Pengamatan : Jumat, 10 Mei 2019
🔺 Kanaya Tsabita (4y10m)
🔺 Skill yang dilatih : Mandi Sendiri
Cerita / Pencapaian :
Naya belajar mandi sendiri di sore hari. untuk mandi di pagi hari masih jarang dilakukan mengingat waktu yang tergesa untuk pergi berangkat sekolah. Mandi di sore hari pun juga terkadang masih minta untuk dimandikan.
N : Bunda mandiin dong
B : ayo latihan sendiri lah
N : gak mau Bunda tolong mandiin Bunda
B : ayoow kan semuanya harus belajar. naya sudah mau kelas B trus naik SD. Nanti kan ada Camping dan itu harus mandi sendiri. Nanti kalo gak bisa mandiri siapa yang mau mandiin ?
N : hmm... bantuin tapi ya bunda yang bagian belakang nya gak bisa
B : iya nti diajarin ya
Alhamdulillah mandi sore hari ini berlangsung lancar dengan sedikit bantuan saat menyabunin belakang dan membilas sampo.
**
Terkait dengan ADAB Masuk dan keluar kamar mandi, Alhamdulillah Naya sudah bisa membaca Do'a keluar dan masuk kamar mandi karena ini sudah diajarkan di sekolahnya.
dan Ia juga sudah mulai terbiasa untuk masuk dengan menggunakan kaki kiri. Namun ketika keluar kamar mandi belum terlalu memperhatikan keluar dengan kaki kanan.
Catatan :
Bunda masih terus berjuang untuk memberikan sugesti positif agar Naya mau mandi sendiri.
Apresiasi Kemandirian :
Naya diberikan pujian dan tentu saja ciuman dan pelukan karena telah mau belajar Mandi Sendiri
**maafkan foto tidak nyambung, hanya memanfaatkan stock foto yang ada di hp saja.
#hari8
#gamelevel2
#tantangan10h
#bunsay5
#MelatihKemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Jumat, 10 Mei 2019
Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak #6
🔺 Level 2 : Melatih Kemandirian Anak
🔺 Fasilitator : Nourma Devita
***
🔺 Waktu Pengamatan : Senin 06 Mei 2019 - sabtu 11 mei 2019
🔺 Kanaya Tsabita (4y10m)
🔺 Skill yang dilatih : Puasa Ramadhan
Cerita / Pencapaian :
Menyambut bulan Ramadhan sekolah Naya libur selama tiga hari. Naya yang menginap sendiri di rumah Uti alhamdulillah mau untuk diajak berpuasa.
Yang masih menjadi PR adalah membangunkan sahurnya. Jadi inget diri sendiri sih ini kalau dibangunin untuk sahur itu susahnya luar biasa.hehee..
Dalam waktu seminggu ini Alhamdulillah Naya SUKSES untuk ikut latihan berpuasa Ramadhan.
Hari 1 : 06 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00
Hari 2 : 07 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00
Hari 3 : 08 Mei 2019 : buka puasa jam 15.00
Hari 4 : 09 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00
Hari 5 : 10 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00
Hari 6 : 11 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00
Catatan :
Di hari ke-3 Naya berhasil berpuasa sampai dengan jam 3 sore dikarenakan setelah pulang sekolah, setelah bebersih dan berganti pakaian, Bunda langsung ajak tidur siang. Dengan harapan ketika bangun sudah menjelang maghrib dan bisa puasa sampai adzan maghrib tiba. Namun ternyata jam 3 Naya sudah bangun dan langsung menanyakan jam berapa. dan langsung minta makan. hahaa..
Di hari ke-6 Naya tidak berhasil dibangunkan untuk makan sahur. Alhasil, ketika bangun tidur Naya langsung minta makan. Dengan segala bujuk rayu Naya berhasil berbuka puasa sampai dengan jam 12.00 siang.
N : Bunda Makaaan... Naya gak mau puasa karena kan tadi Naya gak sahur
B : iya tunggu sebentar lagi yaa.
N : mau nya sekarang bunda.
B : lihat jam sekarang sudah jam 10, sebentar lagi cuma 2 jam lagi aja. Dari kemaren kan Naya pinter sampai jam 12 malah pernah sampai jam 3. Naya bisa kan?
N : gak mau..
(Naya melihat ada beng-beng di meja makan )
Naya mau beng-beng bunda..
B : iya boleh. Ini Ayah beli Beng-beng kan emang buat Naya.
N : sekarang ( sambil buka bungkus beng-beng nya , dan sudah mangap untuk memasukan ke dalam mulut, tapi sambil ngeliatin bunda dengan muks harap-harap cemas
B : eh lihat deh Naya di sebelah Naya tuh ada syaiton lagi bersorak sorai " horeee Naya jadi temen kita. gak mau puasa"
N : Mana bunda gak ada?
B : Ada di sebelah kanan Naya ada Malaikat, dan di sebelah kiri Naya ada Syaithonnya. Mereka ghaib gak bisa Naya liat, tapi mereka bisa lihat Naya.
Nah mereka lagi ngerayu hayooo Naya puasa kata malaikat nanti temen aku di Syurga.
dan kata Syaithon hayoo Naya temen aku aja makan aja sekarang aku tempatnya di Neraka loh.
Naya mau temen siapa? Naya mau kemana?
N : Mau di Syurga bunda...
B : yaudah ayo puasa sebentar lagi ya sampai jam 12 aja sebentar lagi.. oke
N : iya
Alhamdulillah... Drama puasa hari ke-6 dapat teratasi juga
Apresiasi Kemandirian :
Uti dan Akung memberikan Es krim dan permen sebagai hadiah karena Naya sudah mau berpuasa ramadhan di hari pertama dan kedua di rumah uti akung. Alhamdulillah...
Apresiasi dari Bunda diberi cium dan peluk dan kata-kata pujian. Bunda menjanjikan kalau bisa puasa penuh sampai dengan maghrib baru mendapat mainan mahkota princess yang diinginkan karena mainan yang lama nya patah terinjak Naya sendiri.
Hadiah dari Ayah yaitu dibelikan mainan pistol air. hahaa...
#hari6
#gamelevel2
#tantangan10h
#bunsay5
#MelatihKemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Ibu Profesional
-
#hari2 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbundasayang @institut.ibu.profesional Tanggal : 29 maret 2019 Dr...
-
Siang ini hujan, yang membuat kondisi di kantorku semakin dingin sajoo,, brrr... seperti biasa mas erik ngider untuk nawarin makan siang, t...












