Tampilkan postingan dengan label @institut.ibu.profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @institut.ibu.profesional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Januari 2021

Kantong Doraemon

 KANTONG DORAEMON
 
 
 


Banyak Resolusi, Banyak Harapan yang disusun di setiap pergantian tahun 
pun diri ini yang terinspirasi dari sang bocil yang sedang kegandrugan dengan film doraemon ini jadi teringat dahulu pun kita selalu menanti adanya si kucing robot biru ini setiap minggu pagi di RCTI oke.
 
 Masih ingat salah satu mimpi kita saat dulu ingin sekali memiliki kantong doraemon adalah ingin punya pintu kemana saja jadi kita bisa pergi ke sekolah tanpa perlu melakukan perjalanan yang panjang.

Pun saat ini, Aku ingin sekali memiliki kantong doraemon karena aku ingin bisa memiliki pintu kemana saja. Karena sangat ingin rasanya diri ini berkelana, dan ingin pergi berwisata ke dalam hati dan pikiran orang lain. Aku ingin mengerti, Aku ingin tau, aku sungguh ingin faham tentang bagaimana orang lain memandang hidup akan segala kejadian yang mereka hadapi. 
 
 
Aku ingin masuk ke dalam hati manusia yang telah dengan sadar melakukan penghianatan atas komitmen dan janji suci yang telah mereka ucapkan dan dengan sadar pula mereka menghianatinya. 

Aku ingin terbang menjelajahi hati dan perasaan para pria jika wanita halalnya melakukan penghianatan dengan sadar dengan prianya wanita lain yang telah memiliki wanita yang sah secara hukum dan agama. 
 
Aku ingin menjelajah hati, fikiran dan perasaan mereka yang telah dengan sadar sesadar-sadarnya yang melakukan penghianatan.

Aku ingin faham apa yang ada di hati dan fikiran mereka mengapa mereka sampai tega untuk melakukan itu 

Pun Aku ingin pergi ke dalam hati orang-orang yang tegar meski diterpa berbagai jenis ujian. Terlebih ujian atas suatu pengkhianatan dari pasangan halalnya.
 
Aku ingin menjelajah luasnya hati para manusia yang mampu bangkit meski telah terjatuh sangat dalam.
Aku ingin sekali memasuki alam fikiran para manusia berhati mulia yang mampu memaafkan atas penghianatan dan khilaf-khilaf yang berulang

Aku ingin  dengan kantong doraemon itu pergi ke alam fikiran dan perasaan para manusia yang berjiwa besar untuk terus melangkah, memperbaiki kapal mereka yang hampir karam dan kembali berlayar di lautan samudra kehidupan
 
I Wish I Could


 

Dua Belas

 

Selamat tanggal 12 yang pertama di tahun 2021 ini

Semoga kebaikan, keberkahan, kesehatan dan keselamatan senantiasa hadir di hati dan setiap langkah kita. 

.

Tanggal duabelas adalah tanggal cantik yang senantiasa memiliki kenangan tersendiri di dalam diri ini.

Ditanggal dan bulan yang cantik ini aku dilahirkan ke dunia yang penuh dengan ujian ini. Tanggal yang mudah untuk diingat dan untuk dikenang. Alhamdulillah aku dilahirkan di tengah keluarga yang jika dilihat dari pohon silsilah keluarga, keluarga kami terbilang lengkap. Sampai ke silsilah buyutpun kami masih mendapatkannya. Alhamdulillah semoga Allah memberkahi semua nikmat keluarga yang Allah berikan kepada kami

.

1212 enam tahun yang lalu

Ditanggal dan bulan ini tepat 12 week usia bidadari kecil hadirn di rahimku ini di tempat ternyaman sang manusia kecil berada.  Setelah penantian yang terbilang tidak sebentar namun juga bukan penantian terbilang ngoyo. Tentu bukan tanpa alasan aku berdoa untuk tidak menyegerakan mendapatkan sang buah hati. Ada alasan kuat yang aku miliki karena insting seorang istri. Namun, setelah pasrah dan ikhlas dalam suatu titik aku berdoa kepada sang pencipta aku telah pasrah dan siap dengan amanah jika Ia berkehendak. Di titik itulah aku siap untuk menjadi seorang ibu dan siap menerima takdir Allah apapun yang ada di depan sana. 

Belum genap duabelas bulan sang buah hati hadir, benar instingku selama ini Badai besar datang menerpa. Pernikahan itu berada di ujung tanduk.

12bulan x 2 aku mencoba untuk mempertahankan kapal yang hendak karam itu. Namun aku tak cukup kuat untuk bertahan dengan semuanya . Akhirnya kapal itupun karam jua.

Di tanggal 12 ini aku kembali membuka lembaran baru untuk berjuang mengarungi bahtera bersama kapal yang baru. Aku telah berazzam semoga ini kapal terakhirku. Semoga Kapal yang baru ini dapat berlayar sampai jannah-Nya kelak. 

Semoga Allah meridhoi kapal baru ini, memberkahi setiap jalan kami dan menjadikan kami keluarga yang sakinah Mawaddah warahmah. 

Badai telah berlalu dan badai selanjutnya pasti akan datang lagi, lagi dan lagi..

Semoga Allah senantiasa membimbing kami dalam setiap nafas dan langkah kaki kami selalu. Aamiin ya robbal a'lamiin.. 

Minggu, 08 Maret 2020

Bunsay Game Level 11 Fitrah Seksualitas : Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan dan Solusinya

Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan dan Solusinya

Kelompok Delapan :










https://youtu.be/FSZWw_ffJ5A


Izin tanyaaa..

Mau dong, kalau ada contoh info yg tidak sesuai umur (selain adegan sensual yaa)..

Kadang2 nonton acara binatang di NatGe*Wild eh tetiba diselipin adegan hewan kawin. Duh..

*Kalau menurut ahli sih katanyaa seks rekreasional hanya dikenal oleh manusia.. Sementara di hewan murni reproduksi..

Nah, adegan gitu gmn pengaruhnya ke anak? Takutnya lihat pas gak didampingi.. Apa Mamaknya aja nih yg overthinking?

Pertanyaan mbak alliza ini kyknya sering dialami sama kita semua dech mbak...😆
Klo aku, langsung aku ganti chanel lain mbak..
Terlepas anak tau atau ga, ngaruh atau ga, lebih baik kita lakukan aksi pencegahan mbak..
Bukankah mencegah lebih baik drpd mengobati 😁


Bunsay #5 Fitrah Seksualitas : Pendidikan Fitrah Seksualitas Sejak Dini

 KELOMPOK tiada DUA Pendidikan Fitrah Seksualitas Sejak Dini
🎙🎙🎙🎙🎙🎙🎙🎙
Mba @Dita
Mba @Ip Sinta
Mba @Wahyu Mom Kay
Mba @Ip Nenda Cikandepermai
Mba @Ra'ufina IP Banten Jakarta
Mba @Bunsay#5 Amalia Ayu R
Mba @Bunsay#5 Ika R
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Ada 4 tahapan usia dalam penerapan fitrah seksualitas
Yaitu
Usia 0-2th : anak didekatkazn dg ibunya ; saat menyusui
Usia 3-6th : anak laki2 dan perempuan didekatkan dg kedua orangtua agar memiliki leseimbangan emosional dan rasional
Usia 7-10th : anak laki2 didekatkan dg ayahnya agar mengerti ttg tanggung jawab, peran sosial, peran kelelakian, peran keayahan, cinta, tatacara mandi wajib juga konsekuensi memiliki sperma
Sedangkan anak perempuan didekatkan dg ibunya tentang keperempuanan, peran keibuan, merawat, melayani,
Usia 10-14th : anak lelaki didekatkan dengan ibunya dan anak perempuan dengan ayahnya. Hal ini agar anak mampu memahami empati pada lawan jenis, bagaimana memahami dan memperlakukan lawan jenis

Bagaimana Caranya..
1. Mulai memberi nama yang baik untuk anak sesuai dengan jenis kelaminnya ya
2. Bonding anak dalam masa penyusuan hingga 2 tahun
3. Bercanda, senda gurau dengan ayah dan ibu.. Memberikan rasa nyaman didekatnya.
4. Pisahkan tempat tidur, baik dengan kita sbg orangtua ataupun dengan saudara kandung yg berbeda jenis kelamin mulai usia 3-5 tahun
5. Ajarkan ada izin ketika memasuki kamar orangtua
6. Ajarkan menutup aurat sejak dini


Dalam konsep Islam dikenal Tarbiyah Jinsiyah sebagai pendidikan seks . Dalam kaidah islam pendidikan seks mengacu kepada akhlak & adab yang berlandaskankpd keimanan/syariat

Menurut Ust. Budi Ashari Lc, ada 3 pembahasan utama dalam pendidikan seks
1. Berketurunan/reproduksi
2. Bersuci / thaharah cara menghilangkan hadast
3. Menutup aurat (konsep aurat, muhrim&nonmuhrim)

Dalam islam mode pendidikan seks ini juga perlu tahapan usia, bukan sebuah penjelaaan singkat yg tiba2. Sesuai keperluan pengetahuan anak dan menggunakan bahasa yang santun
Jadi yang pertama kita lakukan sbg orangtua adalah tanamkan akidah, ajarkan syariat perlahan tapi pasti semoga bisa terpatri dalam diri anak2 kita .. Aamiin..

SESI TANYA JAWAB

Tanya
Saufa, Kelompok 10

Apakah bisa dijelaskan lebih lanjut mengenai kondisi boarding school, perceraian, dll nya yg tsb di materi yg bisa mengakibatkan masalah2 sosial dan kejiwaan, seksualitas?

mungkin yang perlu digaris bawahi adalah "anak-anak yang tercerabut dari orang tuanya". Baik itu karena perceraian, peran atau salah satunya boarding school.

Sering kali anak merasa terasingkan. Waktu untuk berdiskusi banyak dihabiskan dengan teman sebaya, sering satu pemikiran dan satu perasaan. Belajar bersama dan banyak melakukan aktivitas bersama.

Salah satu masalah kejiwaan yang dimaksud bisa kecemasan berlebihan, rendah diri bahkan penyimpangan orientasi seksual. Penyimpangan orientasi bisa berawal dari rasa "nyaman" ketika kita terlalu banyak menghabiskan waktu dengan sesama gender kita.

Dan menurut saya tak apa dg boarding school selama sudah kita penuhi kebutuhannya. Kebutuhan akan rasa cinta, rasa aman, nyaman dan yang pasti banyak-banyak ajak ngobrol 😉



2. Ada seorang pemuda skr umurnya 16, jd kira2 sdh baligh ya. Ia kehilangan figur ayah sejak balita.

Dr kecil mmg cenderung keibuan & ngemong bgd ke adik2 tirinya (usia cukup jauh), bahkan nggak keberatan ngasuh, nyebokin & nyuapin mrk.

Belakangan kami temukan pemuda tsb mengunggah foto2 di sosmed-nya dg wajah & gaya kemayu (sepertinya pakai app make-up) shg terlihat cantik & tentunya menuai macam2 komen.

Kami sgt berhati2 nggak membahas ini, tp krn sdh ada bukti d sosmed rencananya kami akan mengangkat topik ini ke ibunya yg msh saudara.

Tanya 1:
Adakah yg dpt memberikan saran sebaiknya dr hal apa aja pembicaraan ini di mulai?

Tanya 2:
Apakah msh bs diluruskan fitrah sang pemuda mengingat ia sdh baligh?

Jawab 1 :
kalau boleh, bagaimana jika dimulai dg pembicaraan dg ibu. Bisa kita bertanya pada ibunya "lihat foto si aa" dan biarkan ibu yang berbicara pada anaknya.

Jawab 2 :
Sebetulnya harus dikonfirmasi dulu dg yang bersangkutan, apakah hanya bercanda2an atau bagaimana. Karena kadang ada juga yang buat seru2an, walau tetep rasanya itu tak sesuai.

"Kehilangan" "perasaan disakiti" sering kali menjadi salah satu indikator munculnya penyimpangan orientasi. Ia berusaha mencari figur pengganti dari orang lain atau bahkan dirinya sendiri yang memunculkan figur tersebut.

Meluruskan fitrahnya pasti bisa, JIKA ia "menyadari kalau itu tidak tepat dan mau untuk memperbaikinya". Ada dukungan dan pengkondisian yang pas dalam lingkungan insya Allah bisa.






Rabu, 26 Februari 2020

Bunsay Game Level 11 Fitrah Seksualitas : Peran Orangtua dalam membangkitkan Fitrah Seksualitas


Malam ini Presentasi yang bertemakan Peran Orang Tua dalam membangkitkan Fitrah Seksualitas dibawakan oleh kelompok Tiga yang terdiri dari : 
Amalia Pratiwi
Nitha Delina
Rica Naza Qimala
Siti Jubaidah Siregar
Yeptirani Syari

 

Orang tua memegang peran penting dalam tumbuh kembang anak. Jika tidak bersama orang tuanya, mereka akan tumbuh bersama siapa? Peran ayah dan ibu seimbang di setiap usia anak. Kami tidak akan membahas detail peran orang tua di setiap usia, karena ada topik sendiri tentang it.



Ayah dan Ibu berbagi peran. Ayah dan Ibu saling melengkapi. Ibu menjadi guru, ayah kepala sekolahnya. Siapa di sini yang waktu sekolah segan sama kepala sekolah? Begitulah seharusnya kedudukan ayah di dalam keluarga. Disegani dan dihormati serta jadi teladan. Ibu gampang pakai emosi, atau menetralisasi dengan rasionalitas. Anak melakukan kesalahan? ayah memarahi, ibu menasihati dengan lembut. Demikian sebaliknya, ibu ngomel-ngomel, ayah menimpali dengan: dengarkan ibumu, lakukan apa yang ibumu bilang! 


iya, kalau ayah dan ibunya lengkap. bagaimana dengan keluarga istimewa yang dianugerahhi ketidaklengkapan peran? Tugas ayah/ibu tunggal adalah mencari peran pengganti. Tidak, bukan berarti harus kawin lagi, tapi cukup dekatkan anak dengan sosok ayah/ibu pengganti itu. sosok yang kita anggap mampu memberi peran ayah/ibu untuk anak. Bisa kakek, nenek, paman, bibi, bahkan mungkin bapak/ibu RT jika memang dekat. atau bapak/ibu guru di sekolah. dengan catatan, pilih dengan bijaksana.


Slide ini bikin takut? hahaha... tidak semenakutkan itu, kok. Tapi potensi itu ada. Jadi, lebih baik, cukupkan peran ayah/ibu untuk anak. libatkan keluarga besar kita jika memang di keluarga kecil kita tidak lengkap.


pernah mendengar tentang Peter Pan Syndrome dan Cinderella Complex? Sindrom Peter Pan biasanya diderita oleh laki-laki yang terlambat diarahkan sesuai fitrah seksualnya. Akibatnya, dia baligh tapi belum aqil. Sudah tahu beda Aqil dan Baligh kan, ya? ^^ Cinderella Complex adalah sindrom yang diderita perempuan yang fitrah seksualitasnya tidak diasah dengan baik. Akibatnya, dia merasa rendah diri, tak bisa apa-apa, dan menunggu bantuan dari ibu peri baik hati yang membawanya ke pesta dansa dan bertemu pangeran. saat terpisah dari pangeran pun, dia menunggu pangeran menjemputnya alih-alih mencari sang pangeran. Itulah cinderella. *kok beda sama yang di cerita ya? hehe

Solusinya adalah kembali ke fitrah ^^
 
kesimpulannya adalah, peran ayah/ibu sangat penting dalam fitrah seksualitas anak. Damping anak-anak kita mengenali fitrahnya. Kita pasti bisa ^^


SESI TANYA JAWAB 

Assalamualaikum izin bertanya
Nama : Halida
Kelompok : 1

Apakah setiap anak laki2 yang kehilangan sosok ayah memiliki kemungkinan besar akan "melambai"? apakah hanya tergantung pola pengasuhan/lingkungan saja?
bagaimana kalau si anak tetap dlm pengasuhan ibu dengan baik sesuai fitrahnya, apakah akan tetap punya sisi "melambai" wlpn tidak di tunjukkan secara jelas krn tidak adanya sosok ayah??
karena kan banyak anak yang masih kecil sudah kehilangan sosok ayah, di tinggal org tuanya, misal ayahnya meninggal atau ortu bercerai. mohon pencerahannya. makasih. 😉
 
 
Ip Nita Delina Pandeglang: Jawab:

Kalo dari aku sih, melambai atau engga itu faktornya buanyaaak.
Faktor pentingnya adalah ada father figure yg bisa dia amati atau engga gt.

Contoh realnya dari adek kandungku. Dia masih 1 taun pas Ayah meninggal. Jadi ga pernah inget apa2 ttg beliau.
Untungnya ada Pakpuhku yg sering ngajak dia pergi bareng2. Jadi ku rasa dia dapet father figurenya dari situ. (mbak Rica)

Kemungkinan "melambai" lebih besar peluang nya tanpa ayah dibanding,  pengasuhan orangtua komplit. Karena walau gimanapun sayap yang patah sebelah butuh perjuangan untuk tetap seimbang menyeimbangi sayap yg lain.
Butuh sosok  pengganti baik dari keluarga inti,  misal abang n keluarga yg lain seperti paman,  kakek dll.

Pola pengasuhan sangat berpengaruh, pola yg salah akan meberikan output yg salah,  juga sebaliknya, demikian juga dgn lingkungan,  lingkungan yg tidak steril memberikan efek negatif juga.

Jika pengasuhan ibu sesuai fitrah,   "melambai" itu lebih kecil, karena meskipun lelaki mereka juga punya sisi perempuan meskioun cuma sedikit
(mbak Siti)

Tidak selalu, terutama apabila sang ibu mampu menghadirkan sosok pengganti peran ayah di keluarganya. Misalnya paman, kakek, dan lain-lain. Rasulullah SAW adalah contoh anak yang tumbuh tanpa peran ayah tapi tidaj melambai. Karena beliau mendapatkan peran ayah dari kakeknya dan dari pamannya (Mbak Syari)

Ip Nita Delina Pandeglang: Pertanyaan ke 2 Haiii kaka ricaaaaa, aku mau tanya....

1. Misal ibunya sudah tomboy, biasanya tentu anak akan mengcopy ibunya yak? Apakah bisa  si anak tidak tomboy ataauuu mungkinkah si anak akan mencari sendiri sisi feminimnya?

2. Aku merasakan, lebih mencari sosok dari tanteku drpd ibuku...tapi yang kuingat masa kecilku selalu sama ibu dan bapak, memasuki usia SD selalu dengan ibu, dengan bapak bisa dibilang sudah jaraanngg sekali berkomunikasi. Dan dgn tante itu sejak kelas 3 SMP. Apakah jadi mematahkan teori ttg kedekatan dgn orang tua di usia dini?

Kalau menurut aku, tidak selalu yah mak. Justru si emak harus lbh berusaha lebih keras spy anaknya tidak mengikuti jejak nya.  Kalau dibiarkan ya kemungkinan besar  si anak akan mengikuti.

Dan di saat anak sudah aqil baligh, sudah mulai berpikir logis,  dan dia akan mencari sendiri sisi feminimnya dan ini harus difasilitasi n support.
Karena aku sendiri mengalami nya,  dulu aku tuh tomboy bangat,  manjat pohon kelapa yg tinggi juga pernah,  berantem sama laki" juga tak lakoni,  padahal tidak ada role mode tomboy di keluarga kami,  tapi makin menginjak remaja,  lingkungan yg mendukung,  support dr orang" sekitar, serta ilmu yg didapat sedikit demi sedikit mulai feminim, (Mbak Siti)

3. Kalauuu dulu seringnya lebih asik kumpul dengan anak laki-laki, apakah itu ada yg menyimpang dari sisi  fitrah seksualitas? 😁

Dari Wahyuni, kelompok 6


Jawab :

Kucoba jawab nomer 3 ini..

Nggak juga..justru ini indikasi bahwa kita kurang dekat sama ayah atau di dalam pertumbuhan kita, tidak ada peran ayah yang kita panuti. Jadi kita secara reflek mencari sosok ayah dari rekan2 lelaki kita.

Ini sama kayak saya, kok. Saya nyaman berada di antara laki2. Nyaman2 saja duduk diapit 2 laki2. Ternyata karena ayah saya pergi sejak saya berusia 8 tahun dan tak ada sosok ayah pengganti di kehidupan saya (Mbak Syari)


#tanya
Saufa
Kelompok 10

Bagaimana menyikapi fenomena fatherless dlm keluarga kaitannya dlm menumbuhkan fitrah seksualitas anak, ayah ada seolah tiada. Figur ayah tak terasa seolah lumpuh bahkan mati.
Jawab :

ini ayahnya ada tapi tiada? susah banget... mau cari pengganti tapi ayahnya ada, ya kan?

fenomena ayah sabtu-minggu sedang merebak di kota-kota besar. fenomena fatherless walau sedikit kasusnya, tapi tidak dimungkiri banyak terjadi di masyarakat.

kalau sang ayah belum sadar juga akan tugasnya, demi menyelamatkan fitrah anak, sang ibu terpaksa harus mendekatkan anak2nya dengan figur ayah lain, misal, paman, atau kakek. tapi, coba bicarakan kembali dengan sang ayah... (Mbak Syari)








Sabtu, 11 Mei 2019

Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak #10

🔺 Tantangan 10Hari - Bunda Sayang #5
🔺 Diesty Eka - PG3-
🔺 Level 2                      : Melatih Kemandirian Anak
🔺 Fasilitator                  : Nourma Devita

***

🔺 Waktu Pengamatan   : Sebtu, 11 Mei 2019
🔺 Kanaya Tsabita (4y10m) 
🔺 Skill yang dilatih : Tidur sendiri / tidur tanpa Bunda


Cerita hari ini / Pencapaian hari ini : 

Hari ini kami akan berbuka puasa di rumah uti dan akung. Naya kami coba sounding untuk mau tidur sendiri / tidur bersama uti dan akung -tanpa bundanya.
Menurut cerita dari uti, kalau Ia sedang di rumah Uti sendiri tanpa Bunda, Naya pinter bobonya ketika bangun pun tidak menangis. Tapi ketika ada Bundanya, ketika bangun tidur tidak ada Bunda di sampingnya Ia malah menangis kencang.



Evaluasi : 
Bunda harus sering memberikan sugesti positif agar Naya mau segera tidur sendiri.
Dan semoga kami segera mendapatkan rejeki agar mampu mewujudkan impian Naya untuk memiliki kamar sendiri dengan desain princess sesuai favorit nya




**maafkan tidak ada foto,  tiba-tiba blogger eror tidak bisa upload foto



#hari10
#gamelevel2
#tantangan10h
#bunsay5
#MelatihKemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional 




Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak #9

🔺 Tantangan 10Hari - Bunda Sayang #5-Jakarta-Banten
🔺 Diesty Eka Kurniawati - PG3
🔺 Level 2                      : Melatih Kemandirian Anak
🔺 Fasilitator                 : Nourma Devita

***

🔺 Waktu Pengamatan   : Sabtu, 11 Mei 2019
🔺 Kanaya Tsabita (4y10m) 
🔺 Skill yang dilatih : Mandi Sendiri dan Membersihkan diri setelah buang air besar






Cerita / Pencapaian  : 

Sore ini kita akan berbuka puasa di rumah uti. Sebelum ashar Naya sudah di sounding untuk mandi cepat dan mandi sendiri.
Naya sudah bisa membuka pakaian sendiri. Namun untuk meletakkann pakaian di tempat pakaian kotor belum otomatis dilakukan. Masih harus terus diingatkan.



N : Bunda Naya mpup
B : iya terus nanti wawik sendiri yah
N : iya
B : langsung mandi sendiri yah
N : tapi keramasnya tolongin ya bund
B : blajar lah
N : besok-besok aja
karena waktu yang sudah sore, jadilah Bunda membantu Naya Shampoan.

Alhamdulillah mandi sore hari ini berlangsung lancar dengan sedikit bantuan saat keramas. dan berhasil wawik BAB sendiri tanpa bantuan bunda.

**

Terkait dengan ADAB Masuk dan keluar kamar mandi, Alhamdulillah Naya sudah mengamalkan do'a nya dengan konsisten


Catatan :

Bunda masih terus berjuang untuk memberikan sugesti positif agar Naya mau mandi sendiri dan bisa keramas sendiri

  
Apresiasi Kemandirian :
Naya diberikan pujian dan tentu saja ciuman dan pelukan karena telah mau belajar Mandi Sendiri dan wawik sendiri


**maafkan foto tidak nyambung, hanya memanfaatkan stock foto yang ada di hp saja.



#hari9
#gamelevel2
#tantangan10h
#bunsay5
#MelatihKemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak #8

🔺 Tantangan 10Hari - Bunda Sayang #5-Jakarta-Banten
🔺 Diesty Eka Kurniawati - PG3
🔺 Level 2                      : Melatih Kemandirian Anak
🔺 Fasilitator                 : Nourma Devita

***

🔺 Waktu Pengamatan   : Jumat, 10 Mei 2019
🔺 Kanaya Tsabita (4y10m) 
🔺 Skill yang dilatih : Mandi Sendiri






Cerita / Pencapaian  : 

Naya belajar mandi sendiri di sore hari. untuk mandi di pagi hari masih jarang dilakukan mengingat waktu yang tergesa untuk pergi berangkat sekolah. Mandi di sore hari pun juga terkadang masih minta untuk dimandikan.


N : Bunda mandiin dong
B : ayo latihan sendiri lah
N : gak mau Bunda tolong mandiin Bunda
B : ayoow kan semuanya harus belajar. naya sudah mau kelas B trus naik SD. Nanti kan ada Camping dan itu harus mandi sendiri. Nanti kalo gak bisa mandiri siapa yang mau mandiin ?
N : hmm... bantuin tapi ya bunda yang bagian belakang nya gak bisa
B : iya nti diajarin ya

Alhamdulillah mandi sore  hari ini berlangsung lancar dengan sedikit bantuan saat menyabunin belakang dan membilas sampo.

**

Terkait dengan ADAB Masuk dan keluar kamar mandi, Alhamdulillah Naya sudah bisa membaca Do'a keluar dan masuk kamar mandi karena ini sudah diajarkan di sekolahnya.
dan Ia juga sudah mulai terbiasa untuk masuk dengan menggunakan kaki kiri. Namun ketika keluar kamar mandi belum terlalu memperhatikan keluar dengan kaki kanan.

Catatan :

Bunda masih terus berjuang untuk memberikan sugesti positif agar Naya mau mandi sendiri.

  
Apresiasi Kemandirian :
Naya diberikan pujian dan tentu saja ciuman dan pelukan karena telah mau belajar Mandi Sendiri


**maafkan foto tidak nyambung, hanya memanfaatkan stock foto yang ada di hp saja.



#hari8
#gamelevel2
#tantangan10h
#bunsay5
#MelatihKemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Jumat, 10 Mei 2019

Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak #6

🔺 Tantangan 10Hari - Bunda Sayang #5 -Diesty-
🔺 Level 2                      : Melatih Kemandirian Anak
🔺 Fasilitator                  : Nourma Devita

***

🔺 Waktu Pengamatan   : Senin 06 Mei 2019 - sabtu 11 mei 2019
🔺 Kanaya Tsabita (4y10m) 
🔺 Skill yang dilatih : Puasa Ramadhan





Cerita / Pencapaian  : 

Menyambut bulan Ramadhan sekolah Naya libur selama tiga hari. Naya yang menginap sendiri di rumah Uti alhamdulillah mau untuk diajak berpuasa.
Yang masih menjadi PR adalah membangunkan sahurnya. Jadi inget  diri sendiri sih ini kalau dibangunin untuk sahur itu susahnya luar biasa.hehee..

Dalam waktu seminggu ini Alhamdulillah Naya SUKSES untuk ikut latihan berpuasa Ramadhan.
Hari 1 : 06 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00
Hari 2 : 07 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00
Hari 3 : 08 Mei 2019 : buka puasa jam 15.00
Hari 4 : 09 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00
Hari 5 : 10 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00
Hari 6 : 11 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00  


Catatan :
Di hari ke-3  Naya berhasil berpuasa sampai dengan jam 3 sore dikarenakan setelah pulang sekolah, setelah bebersih dan berganti pakaian, Bunda langsung ajak tidur siang. Dengan harapan ketika bangun sudah menjelang maghrib dan bisa puasa sampai adzan maghrib tiba. Namun ternyata jam 3  Naya sudah bangun dan langsung menanyakan jam berapa. dan langsung minta makan. hahaa..


Di hari ke-6  Naya tidak berhasil dibangunkan untuk makan sahur. Alhasil, ketika bangun tidur Naya langsung minta makan. Dengan segala bujuk rayu Naya berhasil berbuka puasa sampai dengan jam 12.00 siang.

N : Bunda Makaaan... Naya gak  mau puasa karena kan tadi Naya gak sahur
B : iya tunggu sebentar lagi yaa.
N : mau nya sekarang bunda.
B : lihat jam sekarang sudah jam 10, sebentar lagi cuma 2 jam lagi aja. Dari kemaren kan Naya pinter sampai jam 12 malah pernah sampai jam 3. Naya bisa kan?
N : gak mau..
(Naya melihat ada beng-beng di meja makan )
Naya mau beng-beng bunda..
B : iya boleh. Ini Ayah beli Beng-beng kan emang buat Naya.
N : sekarang ( sambil buka bungkus beng-beng nya , dan sudah mangap untuk memasukan ke dalam mulut, tapi sambil ngeliatin bunda dengan muks harap-harap cemas
B : eh lihat deh Naya di sebelah Naya tuh ada syaiton lagi bersorak sorai " horeee Naya jadi temen kita. gak mau puasa"
N : Mana bunda gak ada?
B : Ada di sebelah kanan Naya ada Malaikat, dan  di sebelah kiri Naya ada Syaithonnya. Mereka ghaib gak bisa Naya liat, tapi mereka bisa lihat Naya.
Nah mereka lagi ngerayu hayooo Naya puasa kata malaikat nanti temen aku di Syurga.
dan kata Syaithon hayoo Naya temen aku aja makan aja sekarang aku tempatnya di Neraka loh.
Naya mau temen siapa? Naya mau kemana?
N : Mau di Syurga bunda...
B : yaudah ayo puasa sebentar lagi ya sampai jam 12 aja sebentar lagi.. oke
N : iya

Alhamdulillah... Drama puasa hari ke-6 dapat teratasi juga 
  
Apresiasi Kemandirian :

Uti dan Akung memberikan Es krim dan permen sebagai hadiah karena Naya sudah mau berpuasa ramadhan di hari pertama dan kedua di rumah uti akung.  Alhamdulillah...

Apresiasi dari Bunda diberi cium dan peluk dan kata-kata pujian. Bunda menjanjikan kalau bisa puasa penuh sampai dengan maghrib baru mendapat mainan mahkota princess yang diinginkan karena mainan yang lama nya patah terinjak Naya sendiri.

Hadiah dari Ayah yaitu dibelikan mainan pistol air. hahaa...




#hari6
#gamelevel2
#tantangan10h
#bunsay5
#MelatihKemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Ibu Profesional

Game Level 1 : Komunikasi Produktif#2