Tampilkan postingan dengan label #kuliahbundasayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #kuliahbundasayang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Februari 2020

Bunsay Game Level 11 Fitrah Seksualitas : Peran Orangtua dalam membangkitkan Fitrah Seksualitas


Malam ini Presentasi yang bertemakan Peran Orang Tua dalam membangkitkan Fitrah Seksualitas dibawakan oleh kelompok Tiga yang terdiri dari : 
Amalia Pratiwi
Nitha Delina
Rica Naza Qimala
Siti Jubaidah Siregar
Yeptirani Syari

 

Orang tua memegang peran penting dalam tumbuh kembang anak. Jika tidak bersama orang tuanya, mereka akan tumbuh bersama siapa? Peran ayah dan ibu seimbang di setiap usia anak. Kami tidak akan membahas detail peran orang tua di setiap usia, karena ada topik sendiri tentang it.



Ayah dan Ibu berbagi peran. Ayah dan Ibu saling melengkapi. Ibu menjadi guru, ayah kepala sekolahnya. Siapa di sini yang waktu sekolah segan sama kepala sekolah? Begitulah seharusnya kedudukan ayah di dalam keluarga. Disegani dan dihormati serta jadi teladan. Ibu gampang pakai emosi, atau menetralisasi dengan rasionalitas. Anak melakukan kesalahan? ayah memarahi, ibu menasihati dengan lembut. Demikian sebaliknya, ibu ngomel-ngomel, ayah menimpali dengan: dengarkan ibumu, lakukan apa yang ibumu bilang! 


iya, kalau ayah dan ibunya lengkap. bagaimana dengan keluarga istimewa yang dianugerahhi ketidaklengkapan peran? Tugas ayah/ibu tunggal adalah mencari peran pengganti. Tidak, bukan berarti harus kawin lagi, tapi cukup dekatkan anak dengan sosok ayah/ibu pengganti itu. sosok yang kita anggap mampu memberi peran ayah/ibu untuk anak. Bisa kakek, nenek, paman, bibi, bahkan mungkin bapak/ibu RT jika memang dekat. atau bapak/ibu guru di sekolah. dengan catatan, pilih dengan bijaksana.


Slide ini bikin takut? hahaha... tidak semenakutkan itu, kok. Tapi potensi itu ada. Jadi, lebih baik, cukupkan peran ayah/ibu untuk anak. libatkan keluarga besar kita jika memang di keluarga kecil kita tidak lengkap.


pernah mendengar tentang Peter Pan Syndrome dan Cinderella Complex? Sindrom Peter Pan biasanya diderita oleh laki-laki yang terlambat diarahkan sesuai fitrah seksualnya. Akibatnya, dia baligh tapi belum aqil. Sudah tahu beda Aqil dan Baligh kan, ya? ^^ Cinderella Complex adalah sindrom yang diderita perempuan yang fitrah seksualitasnya tidak diasah dengan baik. Akibatnya, dia merasa rendah diri, tak bisa apa-apa, dan menunggu bantuan dari ibu peri baik hati yang membawanya ke pesta dansa dan bertemu pangeran. saat terpisah dari pangeran pun, dia menunggu pangeran menjemputnya alih-alih mencari sang pangeran. Itulah cinderella. *kok beda sama yang di cerita ya? hehe

Solusinya adalah kembali ke fitrah ^^
 
kesimpulannya adalah, peran ayah/ibu sangat penting dalam fitrah seksualitas anak. Damping anak-anak kita mengenali fitrahnya. Kita pasti bisa ^^


SESI TANYA JAWAB 

Assalamualaikum izin bertanya
Nama : Halida
Kelompok : 1

Apakah setiap anak laki2 yang kehilangan sosok ayah memiliki kemungkinan besar akan "melambai"? apakah hanya tergantung pola pengasuhan/lingkungan saja?
bagaimana kalau si anak tetap dlm pengasuhan ibu dengan baik sesuai fitrahnya, apakah akan tetap punya sisi "melambai" wlpn tidak di tunjukkan secara jelas krn tidak adanya sosok ayah??
karena kan banyak anak yang masih kecil sudah kehilangan sosok ayah, di tinggal org tuanya, misal ayahnya meninggal atau ortu bercerai. mohon pencerahannya. makasih. 😉
 
 
Ip Nita Delina Pandeglang: Jawab:

Kalo dari aku sih, melambai atau engga itu faktornya buanyaaak.
Faktor pentingnya adalah ada father figure yg bisa dia amati atau engga gt.

Contoh realnya dari adek kandungku. Dia masih 1 taun pas Ayah meninggal. Jadi ga pernah inget apa2 ttg beliau.
Untungnya ada Pakpuhku yg sering ngajak dia pergi bareng2. Jadi ku rasa dia dapet father figurenya dari situ. (mbak Rica)

Kemungkinan "melambai" lebih besar peluang nya tanpa ayah dibanding,  pengasuhan orangtua komplit. Karena walau gimanapun sayap yang patah sebelah butuh perjuangan untuk tetap seimbang menyeimbangi sayap yg lain.
Butuh sosok  pengganti baik dari keluarga inti,  misal abang n keluarga yg lain seperti paman,  kakek dll.

Pola pengasuhan sangat berpengaruh, pola yg salah akan meberikan output yg salah,  juga sebaliknya, demikian juga dgn lingkungan,  lingkungan yg tidak steril memberikan efek negatif juga.

Jika pengasuhan ibu sesuai fitrah,   "melambai" itu lebih kecil, karena meskipun lelaki mereka juga punya sisi perempuan meskioun cuma sedikit
(mbak Siti)

Tidak selalu, terutama apabila sang ibu mampu menghadirkan sosok pengganti peran ayah di keluarganya. Misalnya paman, kakek, dan lain-lain. Rasulullah SAW adalah contoh anak yang tumbuh tanpa peran ayah tapi tidaj melambai. Karena beliau mendapatkan peran ayah dari kakeknya dan dari pamannya (Mbak Syari)

Ip Nita Delina Pandeglang: Pertanyaan ke 2 Haiii kaka ricaaaaa, aku mau tanya....

1. Misal ibunya sudah tomboy, biasanya tentu anak akan mengcopy ibunya yak? Apakah bisa  si anak tidak tomboy ataauuu mungkinkah si anak akan mencari sendiri sisi feminimnya?

2. Aku merasakan, lebih mencari sosok dari tanteku drpd ibuku...tapi yang kuingat masa kecilku selalu sama ibu dan bapak, memasuki usia SD selalu dengan ibu, dengan bapak bisa dibilang sudah jaraanngg sekali berkomunikasi. Dan dgn tante itu sejak kelas 3 SMP. Apakah jadi mematahkan teori ttg kedekatan dgn orang tua di usia dini?

Kalau menurut aku, tidak selalu yah mak. Justru si emak harus lbh berusaha lebih keras spy anaknya tidak mengikuti jejak nya.  Kalau dibiarkan ya kemungkinan besar  si anak akan mengikuti.

Dan di saat anak sudah aqil baligh, sudah mulai berpikir logis,  dan dia akan mencari sendiri sisi feminimnya dan ini harus difasilitasi n support.
Karena aku sendiri mengalami nya,  dulu aku tuh tomboy bangat,  manjat pohon kelapa yg tinggi juga pernah,  berantem sama laki" juga tak lakoni,  padahal tidak ada role mode tomboy di keluarga kami,  tapi makin menginjak remaja,  lingkungan yg mendukung,  support dr orang" sekitar, serta ilmu yg didapat sedikit demi sedikit mulai feminim, (Mbak Siti)

3. Kalauuu dulu seringnya lebih asik kumpul dengan anak laki-laki, apakah itu ada yg menyimpang dari sisi  fitrah seksualitas? 😁

Dari Wahyuni, kelompok 6


Jawab :

Kucoba jawab nomer 3 ini..

Nggak juga..justru ini indikasi bahwa kita kurang dekat sama ayah atau di dalam pertumbuhan kita, tidak ada peran ayah yang kita panuti. Jadi kita secara reflek mencari sosok ayah dari rekan2 lelaki kita.

Ini sama kayak saya, kok. Saya nyaman berada di antara laki2. Nyaman2 saja duduk diapit 2 laki2. Ternyata karena ayah saya pergi sejak saya berusia 8 tahun dan tak ada sosok ayah pengganti di kehidupan saya (Mbak Syari)


#tanya
Saufa
Kelompok 10

Bagaimana menyikapi fenomena fatherless dlm keluarga kaitannya dlm menumbuhkan fitrah seksualitas anak, ayah ada seolah tiada. Figur ayah tak terasa seolah lumpuh bahkan mati.
Jawab :

ini ayahnya ada tapi tiada? susah banget... mau cari pengganti tapi ayahnya ada, ya kan?

fenomena ayah sabtu-minggu sedang merebak di kota-kota besar. fenomena fatherless walau sedikit kasusnya, tapi tidak dimungkiri banyak terjadi di masyarakat.

kalau sang ayah belum sadar juga akan tugasnya, demi menyelamatkan fitrah anak, sang ibu terpaksa harus mendekatkan anak2nya dengan figur ayah lain, misal, paman, atau kakek. tapi, coba bicarakan kembali dengan sang ayah... (Mbak Syari)








Selasa, 13 Agustus 2019

⭐ Game Level 5⭐ Projek Literasi Menstimulasi Anak Suka Membaca

⭐ Game Level 5⭐ Projek Literasi, Menstimulasi Anak Suka Membaca 💐





#hari6
#Tantangan10hari
#GameLevel5
#PohonLiterasi
#kuliahBunSayIIP

⭐ Game Level 5⭐ Projek Literasi, Menstimulasi Anak Suka Membaca

⭐ Game Level 5 ⭐
Projek Literasi, Menstimulasi Anak Suka Membaca
💐

Hari kelima ini K masih nginep di rumah Eyang.
Bunda berkesempatan untuk membaca lagi dan lagi. Alhamdulillah..
.
Bunda masih keranjingan dengan podcast Inspigo Hilbram Dunar. Kali ini membahas buku kelimanya yaitu Speak For Money.
Banyak inspirasi menarik dari beliau dalam bukunya tersebut.
Kelebihan buku ini adalah banyak gambar
.
Berkomunikasi adalah kebutuhan hakiki dalam kehidupan manusia.
Speak itu bisa menghasilkan uang.
.
Ada Tagline menarik dalam buku ini :
Jago bicara bisa membuat kaya raya hìdup bahagia dan panjang usia
.
Terdapat sebuah Desa di Swiss yang terkenal sebagai salah satu tempat paling bahagia di dunia. Salah satu penyebabnya karena di sana masyarakatnya saling mengenal dekat, saling menyapa dan berkomunikasi dengan baik.
.
Sebagai Seorang Public Speaker yang terkenal di Indonesia, Ia tentu memiliki kesalahan dalam berbicara di depan umum. Tipsnya adalah : Sadari dan lewati. Perbaiki lagi dan lagi
.
Salah satu tehnik dalam Public Speaking adalah adanya Tujuan dan Disampaikan. Agar adanya Call to Actions. Agar kita bisa menyusun dan memilih kata-kata saat kita berbicara.
.
Seorang Komunikator itu harus bisa menghipnotis pendengarnya.
.
Cara untuk menyentuh hati para audiens adalah dengan memperhatikan karakter audiens dan Perhatikan gaya bicara kita.
.
Tujuan bicara dalam Public Speaker ada pada awal acara.
.
Karakter Orang atau audiens dalam Public Speaking antara lain :
1. Audiens batu : tetap diam mau lucu atau tidak, manarik atau tidak dia tetap diam
2. Audiens killer : untuk menjatuhkan
3. The professors : orang yang lebih tau dari   sang pembicara
4. Thinkers
.
Saat melakukan Public Speaking adakalanya mood turun.
Untuk mengatur mood antara lain :
1. Gunakan smiling voice : nadanya tersenyum. Kita akan lebih cerah dan bersemangat
2. Yakini hanya kita saja yang tau kalau kita sedang tidak mood
3. Saat bicara selalu bahagia. Pura-pura Happy itu menyenangkan. Lama-lama kita akan selalu bahagia saat berbicara.
.
Tehnik yang bisa digunakan untuk seorang introvert. Antara lain:
1. Menyapa
2. Sampaikan tujuan
3. Cari Persamaan ( misalnya : asal darimana, hobby nya apa ) tehnik mirroring.
4. Pertanyaan terbuka. Agar ada feedback
5. Cerita
.
TULUS. ORISINAL. PINTAR
.
"ORANG YANG TIDAK MEMBACA SEHARI, TIDAK ENAK DIDENGAR  SEMINGGU"
.
Ketika berbicara harus FOKUS pada pembicaraan jangan banyak lihat HP.
.
Ada 3 tahapan pembicaraan
1. Oke : fahan
2. Wow : diluar ekspektasi, luar biasa
3. AHA : ketika kita sudah menjadi inspirasi, menjadikan para audiens TERPANA
.
PENAMPILAN ITU SANGAT BERPENGARUH SAAT BERKOMUNIKASI
.
Teori dalam Komunikasi dasar
Verbal : 7%
Vocal : 38%
Visual (bahasa tubuh, penampilan, pakaian) : 55%
.
Kata-kata penutup yang menarik adalah untuk menjadi besar mulailah dengan yang sedikit lebih.

.

#hari5
#Tantangan10hari
#GameLevel5
#PohonLiterasi
#kuliahBunSayIIP

Sabtu, 11 Mei 2019

Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak #9

🔺 Tantangan 10Hari - Bunda Sayang #5-Jakarta-Banten
🔺 Diesty Eka Kurniawati - PG3
🔺 Level 2                      : Melatih Kemandirian Anak
🔺 Fasilitator                 : Nourma Devita

***

🔺 Waktu Pengamatan   : Sabtu, 11 Mei 2019
🔺 Kanaya Tsabita (4y10m) 
🔺 Skill yang dilatih : Mandi Sendiri dan Membersihkan diri setelah buang air besar






Cerita / Pencapaian  : 

Sore ini kita akan berbuka puasa di rumah uti. Sebelum ashar Naya sudah di sounding untuk mandi cepat dan mandi sendiri.
Naya sudah bisa membuka pakaian sendiri. Namun untuk meletakkann pakaian di tempat pakaian kotor belum otomatis dilakukan. Masih harus terus diingatkan.



N : Bunda Naya mpup
B : iya terus nanti wawik sendiri yah
N : iya
B : langsung mandi sendiri yah
N : tapi keramasnya tolongin ya bund
B : blajar lah
N : besok-besok aja
karena waktu yang sudah sore, jadilah Bunda membantu Naya Shampoan.

Alhamdulillah mandi sore hari ini berlangsung lancar dengan sedikit bantuan saat keramas. dan berhasil wawik BAB sendiri tanpa bantuan bunda.

**

Terkait dengan ADAB Masuk dan keluar kamar mandi, Alhamdulillah Naya sudah mengamalkan do'a nya dengan konsisten


Catatan :

Bunda masih terus berjuang untuk memberikan sugesti positif agar Naya mau mandi sendiri dan bisa keramas sendiri

  
Apresiasi Kemandirian :
Naya diberikan pujian dan tentu saja ciuman dan pelukan karena telah mau belajar Mandi Sendiri dan wawik sendiri


**maafkan foto tidak nyambung, hanya memanfaatkan stock foto yang ada di hp saja.



#hari9
#gamelevel2
#tantangan10h
#bunsay5
#MelatihKemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak #8

🔺 Tantangan 10Hari - Bunda Sayang #5-Jakarta-Banten
🔺 Diesty Eka Kurniawati - PG3
🔺 Level 2                      : Melatih Kemandirian Anak
🔺 Fasilitator                 : Nourma Devita

***

🔺 Waktu Pengamatan   : Jumat, 10 Mei 2019
🔺 Kanaya Tsabita (4y10m) 
🔺 Skill yang dilatih : Mandi Sendiri






Cerita / Pencapaian  : 

Naya belajar mandi sendiri di sore hari. untuk mandi di pagi hari masih jarang dilakukan mengingat waktu yang tergesa untuk pergi berangkat sekolah. Mandi di sore hari pun juga terkadang masih minta untuk dimandikan.


N : Bunda mandiin dong
B : ayo latihan sendiri lah
N : gak mau Bunda tolong mandiin Bunda
B : ayoow kan semuanya harus belajar. naya sudah mau kelas B trus naik SD. Nanti kan ada Camping dan itu harus mandi sendiri. Nanti kalo gak bisa mandiri siapa yang mau mandiin ?
N : hmm... bantuin tapi ya bunda yang bagian belakang nya gak bisa
B : iya nti diajarin ya

Alhamdulillah mandi sore  hari ini berlangsung lancar dengan sedikit bantuan saat menyabunin belakang dan membilas sampo.

**

Terkait dengan ADAB Masuk dan keluar kamar mandi, Alhamdulillah Naya sudah bisa membaca Do'a keluar dan masuk kamar mandi karena ini sudah diajarkan di sekolahnya.
dan Ia juga sudah mulai terbiasa untuk masuk dengan menggunakan kaki kiri. Namun ketika keluar kamar mandi belum terlalu memperhatikan keluar dengan kaki kanan.

Catatan :

Bunda masih terus berjuang untuk memberikan sugesti positif agar Naya mau mandi sendiri.

  
Apresiasi Kemandirian :
Naya diberikan pujian dan tentu saja ciuman dan pelukan karena telah mau belajar Mandi Sendiri


**maafkan foto tidak nyambung, hanya memanfaatkan stock foto yang ada di hp saja.



#hari8
#gamelevel2
#tantangan10h
#bunsay5
#MelatihKemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak #7

🔺 Tantangan 10Hari - Bunda Sayang #5-Jakarta-Banten
🔺 Diesty Eka Kurniawati - PG3
🔺 Level 2                      : Melatih Kemandirian Anak
🔺 Fasilitator                 : Nourma Devita

***

🔺 Waktu Pengamatan   : Rabu, 08 Mei 2019
🔺 Kanaya Tsabita (4y10m) 
🔺 Skill yang dilatih : Membersihkan diri setelah buang air besar dan air kecil sendiri







Cerita / Pencapaian  : 

Siang ini sepulang sekolah seperti biasa Naya berganti baju dan pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil dan bebersih.

tiba-tiba ia berteriak
N : Bundaaaaa ada binatang (Aaaa... teriak heboh banget)
B : ada apaan emang
N : ituuu........
B : Mana ? ooh itu anak kecoa gak papa..

N : gak mau takut..
B : udah gak papa.. nih bunda ambil, pites dan dibuang ke tempat sampah
N : hiiiy
B : emang binatang sama Naya gedean sapa?
N : gedean Bunda

Hareeeeuuuhhh ^_^!!!!

N : Bunda wawikin
B : ayo latihan sendiri lah
N : gak mau Bunda, takut ada binatang
B : sudah dibuang binatangnya
N : takut..
B : Sudah gak ada. ayo latihan sendiri..
N : tapi naya mpup (BAB), kan kotor.
B : iya kan ada sabun. nanti kalau kotor kan bisa pakai sabun dan dicuci.
N : gak mau
B : ayoow bisa ko. kan semuanya harus belajar. naya sudah mau kelas B. Dulu Naya tidak bisa membaca trus pelan-pelan belajar huruf lama-lama bisa baca kan sedikit-sedikit.
N : wawik juga ya..
B : iyaaa harus belajar biar pinter, jadi nanti kalau di sekolah mpup Naya sudah bisa wawik sendiri.
N : iyaaa

Alhamdulillah drama wawik hari ini berlangsung lancar meski dengan bumbu teriakan hebooh akibat sang kecoa yang nongol tiba-tiba di WC

Catatan :

Bunda tidak boleh lupa untuk membersihkan kamar mandi dan wc agar tidak ada lagi binatang

  
Apresiasi Kemandirian :
Naya diberikan pujian dan tentu saja ciuman dan pelukan karena telah mau belajar wawik sendiri





#hari7
#gamelevel2
#tantangan10h
#bunsay5
#MelatihKemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Jumat, 10 Mei 2019

Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak #6

🔺 Tantangan 10Hari - Bunda Sayang #5 -Diesty-
🔺 Level 2                      : Melatih Kemandirian Anak
🔺 Fasilitator                  : Nourma Devita

***

🔺 Waktu Pengamatan   : Senin 06 Mei 2019 - sabtu 11 mei 2019
🔺 Kanaya Tsabita (4y10m) 
🔺 Skill yang dilatih : Puasa Ramadhan





Cerita / Pencapaian  : 

Menyambut bulan Ramadhan sekolah Naya libur selama tiga hari. Naya yang menginap sendiri di rumah Uti alhamdulillah mau untuk diajak berpuasa.
Yang masih menjadi PR adalah membangunkan sahurnya. Jadi inget  diri sendiri sih ini kalau dibangunin untuk sahur itu susahnya luar biasa.hehee..

Dalam waktu seminggu ini Alhamdulillah Naya SUKSES untuk ikut latihan berpuasa Ramadhan.
Hari 1 : 06 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00
Hari 2 : 07 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00
Hari 3 : 08 Mei 2019 : buka puasa jam 15.00
Hari 4 : 09 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00
Hari 5 : 10 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00
Hari 6 : 11 Mei 2019 : buka puasa jam 12.00  


Catatan :
Di hari ke-3  Naya berhasil berpuasa sampai dengan jam 3 sore dikarenakan setelah pulang sekolah, setelah bebersih dan berganti pakaian, Bunda langsung ajak tidur siang. Dengan harapan ketika bangun sudah menjelang maghrib dan bisa puasa sampai adzan maghrib tiba. Namun ternyata jam 3  Naya sudah bangun dan langsung menanyakan jam berapa. dan langsung minta makan. hahaa..


Di hari ke-6  Naya tidak berhasil dibangunkan untuk makan sahur. Alhasil, ketika bangun tidur Naya langsung minta makan. Dengan segala bujuk rayu Naya berhasil berbuka puasa sampai dengan jam 12.00 siang.

N : Bunda Makaaan... Naya gak  mau puasa karena kan tadi Naya gak sahur
B : iya tunggu sebentar lagi yaa.
N : mau nya sekarang bunda.
B : lihat jam sekarang sudah jam 10, sebentar lagi cuma 2 jam lagi aja. Dari kemaren kan Naya pinter sampai jam 12 malah pernah sampai jam 3. Naya bisa kan?
N : gak mau..
(Naya melihat ada beng-beng di meja makan )
Naya mau beng-beng bunda..
B : iya boleh. Ini Ayah beli Beng-beng kan emang buat Naya.
N : sekarang ( sambil buka bungkus beng-beng nya , dan sudah mangap untuk memasukan ke dalam mulut, tapi sambil ngeliatin bunda dengan muks harap-harap cemas
B : eh lihat deh Naya di sebelah Naya tuh ada syaiton lagi bersorak sorai " horeee Naya jadi temen kita. gak mau puasa"
N : Mana bunda gak ada?
B : Ada di sebelah kanan Naya ada Malaikat, dan  di sebelah kiri Naya ada Syaithonnya. Mereka ghaib gak bisa Naya liat, tapi mereka bisa lihat Naya.
Nah mereka lagi ngerayu hayooo Naya puasa kata malaikat nanti temen aku di Syurga.
dan kata Syaithon hayoo Naya temen aku aja makan aja sekarang aku tempatnya di Neraka loh.
Naya mau temen siapa? Naya mau kemana?
N : Mau di Syurga bunda...
B : yaudah ayo puasa sebentar lagi ya sampai jam 12 aja sebentar lagi.. oke
N : iya

Alhamdulillah... Drama puasa hari ke-6 dapat teratasi juga 
  
Apresiasi Kemandirian :

Uti dan Akung memberikan Es krim dan permen sebagai hadiah karena Naya sudah mau berpuasa ramadhan di hari pertama dan kedua di rumah uti akung.  Alhamdulillah...

Apresiasi dari Bunda diberi cium dan peluk dan kata-kata pujian. Bunda menjanjikan kalau bisa puasa penuh sampai dengan maghrib baru mendapat mainan mahkota princess yang diinginkan karena mainan yang lama nya patah terinjak Naya sendiri.

Hadiah dari Ayah yaitu dibelikan mainan pistol air. hahaa...




#hari6
#gamelevel2
#tantangan10h
#bunsay5
#MelatihKemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Ibu Profesional

Game Level 1 : Komunikasi Produktif#2