by. Diesty (PG3. Ip Jakarta Banten, Bunsay #5)
#hari3
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP
kicauan-kicauanku tentang petikan hikmah yang kuambil dimanapun, kapanpun dan dari siapapun...
Bismillah..
Memasuki hari ketiga game level 3 ini, kondisi Bunda agak nge-drop. Gejala flu dan radang tenggorokan sepertinya mulaibmenyerang. Kepala keliyengan, hidung meler, bersin-bersin...
Alhasil hampir setengah hari ini Bunda istirahat di kasur.
.
Siang hari ketika jam tidur siang tiba,
Bunda mencoba mengajak si bocil untuk beristirahat sejenak, dengan mencoba membacakan buku cerita nabi. Namun ternyata yang ada yang dibacain cerita masih seger buger dan yang bacain bukunya malah ngantuk dan terlelap sejenak. Sampai akhirnya sadar kembali kalau si bocil udah lari lagi keluar kamar.
Dengan melawan kantuk dan lemas Bundapun berusaha menemani si bocil kembali untuk membaca buku.
.
Apa kabar proyek pembuatan portofolio anaknya ?
Sepertinya hari ini gagal untuk melanjutkan karena faktor situasi dan kondisi mamak yang tidak memungkinkan untuk keluar rumah ambil foto yang dicetak kemaren. Jadilah kita mengalihkan aktivitas lainnya untuk tetap melatih kecerdasan si bocil.
.
Sore hari Tamu yang dinanti-nantikan oleh si bocil akhirny datang juga.
Yup, Ateu Antin (Adikku) dan Om Adit (Suaminya Adikku)..
Sepertinya si bocil sudah amat sangat kangen dengan mereka, karena terakhir bertemu sebelum mudik lebaran kemaren.
.
N : Oom... Naya punya kembang api looh.. Kita main yuk Om?
O : Mana? Emang Naya berani?
N : (buru-buru ambil) ini Oom.. ya Om yang nyalain kembang apinya..
O : yaudah nti ya habis isya
N : sekarang aja yuk om
O : nantilah om mo makan n sholat dulu yah. Lagian kalo sekarang masih agak terang gak seru. Main ini enaknya malem jadi keliatan.
N : ooo... okeee
.
Alhamdulillah, disini Naya berlatih kecerdasan mengendalikan emosi yaitu belajar bersabar untuk menunggu malam tiba untuk bermain kembang api.
.
Setelah sholat Isya kamipun bermain kembang api bersama di depan rumah.
ALHAMDULILLAH.. setelah sekian lama si bocil takut untuk main kembang api dan petasan, akhirnya malam ini dia berani dan mau juga bermain kembang api.
.
Hal kecil atau hal yang biasa saja bagi sebagian orang. Namun bagi Bunda ini adalah suatu Progress yang sangat positif bagi seorang Kanaya Tsabita. Mengingat sebelumnya dia takut bahkan menangis ketika melihat kembang api dan petasan.
Alhamdulillah...
.
.
Setelah puas bermain kembang api, kami kembali bercengkrama di ruang keluarga.
Ada hal yang menarik di saat dia menunjukan kepada tantenya tentang buku nabi yang tadi siang Bunda bacakan untuknya.
Dia dengan sangat lancar berhasil menceritakan kembali kepada tantenya isi dari buku nabi yang dibacakan siang tadi.
Padahal itu kali pertama Bunda menceritakan isi bukunya.
Alhamdulillah..
Latihan Kecerdasan Anak Melalui bercerita Bunda berhasil dengan baik. Terbukti Naya mampu menceritakan kembali isi buku tersebut kepada tantenya.
.
.
.
.
.
*mohon maaf tidak bisa upload foto dan videonya karena ngeblog dari hp.
Semoga segera bisa update dari laptop biar bisa support dengan foto dan video juga
Bismillah...
.
Alhamdulillah Hari ini adalah Tantangan hari kedua dalam melatih kecerdasan anak.
.
Pagi ini Bunda dan Naya sudah bersiap untuk ke sekolah karena hari ini adalah hari pembagian raport Naya.
Meskipun anak didik tidak diwajibkan untuk hadir, Bunda memberi kebebasan kepada Naya untuk memilih, apakah dese mau ikut ke sekolah atau ikut Uti dan Akung nya ke Posindu (Pos Pelayanan untuk Usia Lanjut). Dan Naya memilih untuk ikut ke sekolah bersama Bunda
.
Sampai di sekolah Kami langsung menuju kelas Naya, Alhamdulillah kelas Naya kosong tidak ada antrian. Melihat kelas yang lainnya para ibu sedang duduk berdiskusi menunggu giliran.
Alhamdulillah hasil Raport Naya baik dan menggembirakan.
.
Hampir sebulan Naya sudah libur sekolah, jadi ketika bertemu dengan para ustdzahnya si bocil jadi malu-malu meong gitu.. ^_^
Alhamdulillahnya si bocil sudah mau bersalaman dengan para ustdzah
(*bersalaman ini adalah salah satu PR Naya yang masih harus terus kami latih dengan mengandalkan jurus-jurus komprod yang keceh itu)
.
Setelah dari sekolah kami ke BANK dan ATM.
Naya senang sekali jika pergi ke ATM karena dia senang membantu Bunda untuk memencet tombol-tombol yang ada di mesin tersebut.
Melihat kondisi ATM yang sepi jadi Bunda dan Naya bisa berlama-lama di dalam ATM yang adem untuk ngadem tentu saja hahaa.. dan juga sambil Naya sedikit belajar
Membaca angka dan huruf
.
N : Sudah Bunda?
B : sudah
N : Bunda gak ambil duit?
B : gak nak (*mesinnya aja udah minta maaf ke bunda ^_^)
N : Naya seneng Bunda ke ATM itu
B : waah seneng yaa? Kenapa tuh senengnya? Adem ya?
N : iya adem dan Naya seneng mencet2 ini.. seruuu..lagi dong bun
B : iya nanti lagi ya. Sekarang sudah selesai . Ayo kita harus ke pasar beli buah.
Naya mau buah apa?
N : Nanas
B : okey lets go
.
Setelah dari Bank kita mampir ke pasar dulu untuk beli buah-buahan.
Naya membantu Bunda memilih buah Nanas dan Jambu air merah.
Sambil menunggu Ibu penjual yang sedang mengupas nanas, kami main tebak-tebakan nama buah yang ada disana.
Alhamdulillah bisa nebeng belajar dengan alat peraga langsung dan lengkap hihiii..
Sayangnya Bunda tidak sempat mondokumentasikan proses belajar mengenal buah ini, karena kondisi yang panas, terik dan lokasinya di pinggir jalan raya jadi banyak kendaraan berlalu lalang.
Alhamdulillah Naya sudah bisa menyebutkan sebagian besar nama-nama buah yang ada di sana.
.
Ketika sedang asyik memilih jambu, tiba-tiba Naya bersorak riang
N : Bunda itu ada KEMBANG API
B : Mana ?
N : Itu looh
Dan ternyata si Ibu selain menjual buah-buahan, dia juga menjual di lapak sebelahnya buku tulis dan kembang api.
Luar biasa varian produknya banyak amat.
.
Jadi ceritanya Naya itu lagi penasaran sama kembang api jadi sudah dari kemaren-kemaren dia minta beli kembang api. Tapi karena para penjual kembang api itu memang banyaknya saat ramadhan dan lebaran, jadi belum jadi dibeliin.
Sejak dulu sebenarnya sudah Bunda ajak untuk main kembang api tapi si bocil gak mau karena takut.
Pernah beberapa tahun yang lalu Bunda belikan kembang api, saat dinyalakan yang ada si bocil masuk ke dalam rumah ketakutan. Hanya sesekali ngintip saja sambil minta peluk Bunda.
Alhamdulillah ada sedikit kemajuan, Dia udah penasaran dan pengen main kembang api.
.
Sorenya Bunda baru inget kalau tadi lupa mampir ke studio foto untuk ngeprint foto yang akan digunakan untuk membuat Family Project kita.
Dan setelah mandi dan sholat ashar Bunda dan Naya pun meluncur ke studio foto.
Situasi dan kondisi di studio foto ramai dan banyak sekali pengunjung. Entah yang mencetak foto, membuat bingkai, maupun yang melakukan foto studio.
Tadinya Bunda berniat untuk "BELAJAR" sedikit mengenalkan nama2 yang ada di studio foto, namun karena kondisinya tidak memungkinkan yoweslah yaaa...
Lagipula waktunya juga sudah mepet mau maghrib, jadi kita buru-buru pulang deh..
.
Progress pembuatan portofolio kami hari ini baru dalam proses mencetak foto. Karena mengingat agenda hari ini lumayan banyak habis di jalan dan luar rumah.
Sampai di rumah pun Naya sudah mengantuk karena tidak tidur siang.
.
Semoga besok kita bisa mulai menyusun pembuatan portofolio nya
.
Alhamdulillah Naya hari ini dapat berkoordinasi dengan baik dan sekarang si bocil sudah bobo...
.
.
*mohon maaf tidak bisa upload foto karena ngeblog dari hp. Entah kenapa gak bisa upload foto kalo ngeblog dari hp tuh ya..
.
#hari2
#tantangan10hari
#gamelevel3
#bunsay
#familyproject
@ibuprofesional