Jumat, 21 Juni 2019

Bunsay Level 3 Family Project Melatih Kecerdasan Anak 3


Bismillah..
Memasuki hari ketiga game level 3 ini, kondisi Bunda agak nge-drop. Gejala flu dan radang tenggorokan sepertinya mulaibmenyerang. Kepala keliyengan, hidung meler, bersin-bersin...
Alhasil hampir setengah hari ini Bunda istirahat di kasur.
.
Siang hari ketika jam tidur siang tiba,
Bunda mencoba mengajak si bocil untuk beristirahat sejenak, dengan mencoba membacakan buku cerita nabi. Namun ternyata yang ada yang dibacain cerita masih seger buger dan yang bacain bukunya malah ngantuk dan terlelap sejenak. Sampai akhirnya sadar kembali kalau si bocil udah lari lagi keluar kamar.
Dengan melawan kantuk dan lemas Bundapun berusaha menemani si bocil kembali untuk membaca buku.
.
Apa kabar proyek pembuatan portofolio anaknya ?
Sepertinya hari ini gagal untuk melanjutkan karena faktor situasi dan kondisi mamak yang tidak memungkinkan untuk keluar rumah ambil foto yang dicetak kemaren. Jadilah kita mengalihkan aktivitas lainnya untuk tetap melatih kecerdasan si bocil.
.
Sore hari Tamu yang dinanti-nantikan oleh si bocil akhirny datang juga.
Yup, Ateu Antin (Adikku) dan Om Adit (Suaminya Adikku)..
Sepertinya si bocil sudah amat sangat kangen dengan mereka, karena terakhir bertemu sebelum mudik lebaran kemaren.
.
N : Oom... Naya punya kembang api looh.. Kita main yuk Om?
O : Mana? Emang Naya berani?
N : (buru-buru ambil) ini Oom.. ya Om yang nyalain kembang apinya..
O : yaudah nti ya habis isya
N : sekarang aja yuk om
O : nantilah om mo makan n sholat dulu yah. Lagian kalo sekarang masih agak terang gak seru. Main ini enaknya malem jadi keliatan.
N : ooo... okeee
.
Alhamdulillah, disini Naya berlatih kecerdasan mengendalikan emosi yaitu belajar bersabar untuk menunggu malam tiba untuk bermain kembang api.
.
Setelah sholat Isya kamipun bermain kembang api bersama di depan rumah.
ALHAMDULILLAH.. setelah sekian lama si bocil takut untuk main kembang api dan petasan, akhirnya malam ini dia berani dan mau juga bermain kembang api.
.
Hal kecil atau hal yang biasa saja bagi sebagian orang. Namun bagi Bunda ini adalah suatu Progress yang sangat positif bagi seorang Kanaya Tsabita. Mengingat sebelumnya dia takut bahkan menangis ketika melihat kembang api dan petasan.
Alhamdulillah...
.
.
Setelah puas bermain kembang api, kami kembali bercengkrama di ruang keluarga.
Ada hal yang menarik di saat dia menunjukan kepada tantenya tentang buku nabi yang tadi siang Bunda bacakan untuknya.
Dia dengan sangat lancar berhasil menceritakan kembali kepada tantenya isi dari buku nabi yang dibacakan siang tadi.
Padahal itu kali pertama Bunda menceritakan isi bukunya.
Alhamdulillah..
Latihan Kecerdasan Anak Melalui bercerita Bunda berhasil dengan baik. Terbukti Naya mampu menceritakan kembali isi buku tersebut kepada tantenya.
.
.
.
.
.
*mohon maaf tidak bisa upload foto dan videonya karena ngeblog dari hp.
Semoga segera bisa update dari laptop biar bisa support dengan foto dan  video juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ibu Profesional

Game Level 1 : Komunikasi Produktif#2