Rabu, 17 September 2014

Selasa, 14 Februari 2012

Safety Poster






















Rumah-Rumah Lucu









Baiti Jannatii..
Rumahku Syurgaku..

melihat disain2 rumah yang keren keren dari berbagai sumber, aku kumpulkan saja dimari (ijin nyomot yah yg punya pict)
semoga Allah memudahkan rejeki kami untuk dapat segera membuat rumah untuk keluarga kecilku

rumah yg nyaman, rumah yg bermanfaat, rumah yang berlokasi di lingkungan yg baik sholeh dan sholehah dan rumah yang dapat memberikan kebahagiaan kepada siapa saja yang tinggal dan singgah di rumah kami.. Aamiiin









Rabu, 25 Januari 2012

Enaknya jadi Istri...

"istri bapak dulu kerja ga?" aku bertanya dengan penasaran
"kerja" jawabnya singkat
"trus sekarang berhenti? karena bapak suruh atau istri bapak yang minta sendiri?" tanyaku lagi
"saya gak pernah menyuruh berhenti dan gak pernah juga melarang untuk berhenti. saya memberi kebebasan penuh untuk istri memilih. karena saya tidak mau kalau suatu hari nanti dia menyesal. dan keluar kata-kata.. kalau aja dulu gak berhenti, kalau aja begini, kalau dulu begitu.." kata si bapak menjelaskan. #pemikiran yang cukup bijak, tapi qo aku nangkepnya semacam ada sedikit kepentingan untuk mencari rasa aman tidak ingin disalahkan yah??? heheheeee....


"pak kalau nanti suatu saat  mencapai titik jenuh, dan bosan dengan pekerjaan saat ini, kira-kira jenis pekerjaan apa yang akan bapak pilih??"
"Kalau saya sih ketika mencapai titik jenuh itu, cooling down sebentar dengan melihat ke bawah, melihat ke jalanan banyak orang yang kurang beruntung dari kita, maka dengan begitu saya bisa fresh kembali dan kembali semangat bekerja."
dalam hati, iya pak, tapi topic utama dalam pertanyaan saya bukan jenuhnya itu bapak... jadi mikir apa aku salah bikin pertanyaan yah??? heheee...
si bapak ini kembali bercerita dengan memberi motivasi kepadaku
"kita dalam hidup itu harus dua arah, ke atas dan ke bawah, its mean.. bergaya ke atas yaitu bergaya kelas atas, punya visi besar dan tujuan yang besar seperti para konglomerat. dan ke bawah untuk menjadikan kita lebih bersyukur, merefresh kita saat kita jenuh, melihat betapa beruntungnya kita karena diluar sana masih banyak orang yang jauh kurang beruntung"
baik bapa...terimakasih... tapi bukan itu bapaak,,, yang ujung belakang inti pertanyaanya itu bapaak!!!! #mulai agak -agak gimana gitu ^^
"bapaak, maksudnya aqu itu bidang apa yang mau bapak pilih kalo udah gak kerja disini???" mulai gak sabar karena pertanyaanku gak kejawab-jawab... =D  #geregetan
"ooooooooooh, banyak insya Allah kalau saya gak disini lagi, yah namanya kita kerja ama orang, kalo orang itu udah gak suka lagi ama kita ya kita bisa ditendang kapan aja. tapi saya udah punya banyak link qo kalau usaha." wiiiiiiih subhanallah deh ya,, kalau orang banyak link-kenalan yah begini ini, selalu optimis akan rizky Allah...
"mau dong pa, boleh gak?" aku bertanya dengan antusias
"boleh, mau apa?" si bapak welcome dengan memberi tawaran langsung
dan... obrolan terhenti karena aku sudah sampai ke aku turun #nebeng bo'
sip-sip, sudah ada beberapa item yang aku catat untuk segera aku follow up  untuk memulai usaha dengan BISMILLAH...

obrolan ringanku sore ini, mengingatkanku akan tausiyah sang buya siang tadi di kantorku #pengajian bulanan gedung.
Dalam taujih yang disampaikan oleh sang buya -ustadz yang concern di dunia rumah tangga dan pendidikan anak- ini menekankan kepada para jamaah untuk mengembalikan masing-masing personal rumah tangga kepada kewajiban dan haknya.
Subhanallah... pemaparan yang lugas, tegas dan sarat makna. aku suka sekali dengan cara beliau berceramah dan tentu saja isi ceramahnya.
#jujur nih ya suka sebal aku kalo gaya ceramah ustadznya itu pake bahasa kasar, mencaci, memaki.. jangan salah lo yah.. aku pernah nemuin ustadz model begitu soalnya,, alhasil aku balik ke kantor ajah daripada dengerin gaya ceramah ustadz yang pake bahasa cacian dan berteriak-teriak gitu... daripada ngotorin hati ngedumel n ngomongin cara tuh ustadz kan lebih baik kembali bekerja saja... bukan begitu kawan???
oke kembali ke isi ceramah ustadz,
dalam ceramahnya itu berkali-kali sang buya menegaskan untuk mengembalikan posisi wanita ke fitrahnya, yaitu kembali ke rumah. mengurus internal rumah tangga dengan baik.
ada pernyataaan menarik dari sang buya  
"tanyalah pada semua wanita, pasti dalam hati kecilnya dia tidak ingin bekerja di luar rumah. karena fitrah wanita itu dirumah. karena wanita itu memang tercipta dengan fisik yang lebih lemah dari pria"

aku coba bertanya kepada diri sendiri. daaaan... jauh di dalam sudut ruang tergelap itu berteriak "iyaaaaaa"
yup memang ada niatan dalam diri ini untuk bekerja dari rumah, membuat usaha apapun itu, sehingga aku bisa menjadi "Menteri dalam Negri Teladan bagi rakyatku-suami dan anak2ku kelak-"
sang ustadz juga membenahi cara berfikirku yang salah selama ini, pikiran-pikiran 'nyeleneh'ku akan ketidak adilan sebagai wanita.
Segala tanda tanya besar yang ada di kepala ku terjawab semua dengan taujih singkat sang ustadz siang itu, Subhanallah...

Pertanyaan dan tanda tanya besar yang selama ini ada di kepalaku antara lain:
"Kenapa sih kalau istri mau kemana-mana itu harus ijin suami, sedangkan kalau suami tidak. ih curang banget deh..."
"Kenapa sih kalau istri kemana-mana itu harus ditemani dengan mahramnya / suaminya.. kan repot dan ribet, gak praktis"

Pemaparan sang buya menjelaskan dengan gamblang bahwa itu semua adalah untuk menghargai wanita, menghormati dan menjaga wanita. Beliau menggambarkan dengan studi kasus perbandingan
yaitu seorang kameraman mengikuti 2 wanita seharian ketika bepergian. wanita pertama dia berangkat sendiri. wanita kedua ditemani dengan suaminya.
Dalam rekaman tersebut menjelaskan perbandingan bagaimana selama perjalanan tersebut perbedaan2 yang dilihat. seperti ketika sang wanita membawa barang-barang dia kepayahan sendiri dan meminta orang lain untuk membantu mengangkatnya, sedangkan wanita yang lain ada suami yang dengan sigap membantunya.
atau gambaran bagaimana wanita itu menghabiskan waktu perjalanannya seorang diri, sedangkan wanita yang satunya berdiskusi hangat dengan suaminya.
atau gambaran-gambaran lain yang memang itu benar dan banyak terjadi di kehidupan kita sehari-hari.
Selain itu juga sang buya pun mengajarkan untuk membenahi doa kita selama ini.
doa kebanyakan wanita yang notabene mengenyam pendidikan tinggi adalah
"Ya Allah berikanlah pekerjaan yang halal, yang gajinya gede, yang bonafit, dll."
karena sesungguhnya kita haruslah berdoa  
"Ya Allah, berikanlah hamba suami yang mampu memberikan hamba kecukupan harta agar dapat menafkahi hamba dan keluarga, agar hamba dapat menjalankan kewajiban sebagai seorang istri dengan baik"
Subhanallah...

Nah...karena santapan siang yang begitu lezatnya dari sang buya semakin menumbuhkan kembali semangat untuk kembali ke rumah. membuka usaha rumahan.

dan yang point penting dari sang bapak yang aku tebeng adalah
"kamu harus siap meninggalkan dunia dan segala aktivitasnya. untuk benar-benar fokus di rumah. jangan sampai ada penyesalan untuk berhenti bekerja dan stay at home only"

Pelajaran yang sangat berharga untuk hari ini... subhanallah walhamdulillah ^_^ terimakasih Allah

Selasa, 24 Januari 2012

Arti Hidup dalam Skala Priority

Pagi ini aku dapat sebuah BBM yang keren, sebenernya sih udah pernah aku baca juga, cuma pas baca lagi rasanya sayang untuk dilewatkan begitu saja..

Seorang Professor berdiri di depan kelas filsafat. Saat kelas dimulai, dia mengambil toples kosong dan mengisi dengan bola-bola golf. Kemudian berkata kepada siswanya
"Apakah toples sudah penuh?"
Mereka setuju.
Kemudian dia menuangkan batu koral ke dalam toples, mengguncang dengan ringan.
Batu-batu koral mengisi tempat yang kosong diantara bola-bola golf. Kemudian bertanya kembali kepada siswanya
"Apakah toples sudah penuh?"
Mereka setuju!!!
Selanjutnya ia menabur pasir hingga menutupi semuanya. Profesor sekali lagi bertanya
"Apakah toples sudah penuh?"
Murid kompak menjawab "Yes!!!"
Kemudian Ia menuangkan dua cangkir kopi ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir. Para murid tertawa....

"Sekarang... saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu.
 Bola-bola golf adalah hal penting, Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan. 
Jika yang lain hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh. 

Batu-batu koral adalah hal lain, seperti mobil, pekerjaanmu, rumahmu.


Pasir adalah hal-hal sepele


Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples, maka tidak terasa tak ada ruang tersisa untuk batu koral ataupun untuk bola-bola golf...

Hal yang sama akan terjadi di dalam hidupmu.

Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian. 

Jadi beri perhatian untuk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu.
Bermainlah dengan anak-anakmu
Luangkan waktu untuk check-up kesehatan
Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam
Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf. Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasirnya."

Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "kopi mewakili apa?"
Profesor tersenyum "Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat"











Senin, 16 Januari 2012

10K

ayanqu: “loh qo kembaliannya cuma segini”
aqu : “kenapa yank?”
ayanqu : “ini uang kembaliannya kurang 10rb yank”
aqu : “yaudahlah gapapa, lagian kan kalo udah keluar gitu memang bisa diambil lagi?”
ayanqu : “itu uang hak kita yank, memang aku gak teliti untuk cek jumlahnya dulu disana, tapi seenggaknya kita usaha dulu ya, coba kesana”
dan suamiku yang ganteng itupun langsung ngeloyor ambil kunci motor untuk kembali ke minimarket tempat dia belanja tadi.
##^&^##
Mungkin hal sepele, tapi sungguh ada ibrah besar dari sepenggal kisah sepuluh ribu rupiah itu. sungguh Memang Allah itu maha tahu, dia tahu apa yang kita butuhkan bukan yang (sekedar) kita inginkan…
aku yang seringkali tidak mau ribet mengurus recehan yang berantakan kemana-mana, dan dengan sabarnya suamiku mengumpulkannya di lemari. #memang hasilnya jadi banyak sih hehee…
dan aku yang tidak selalu mencatat pemasukan dan pengeluaranku versus suamiku yang dengan telitinya mencatat segala pemasukan yang didapatnya. luar biasa..
terimakasih Allah… engkau telah memberikan yang terbaik untukku.. karena entah bagaimana jadinya kalau aku dan suamiku mempunyai sifat yang sama dalam memberlakukan uang, #tidak tercatat dan menggampangkan saja..
huft… harus lebih rajin, harus lebih belajar rapih untuk pengeluaran dan pemasukan dalam negri kami ini
semangat ^_^//  terimakasih suamiku tercinta telah memberikan satu pelajaran berharga untukku dengan sepuluhribu rupiah ini




,,, luv u ^_^

Kamis, 05 Januari 2012

sebuah pelajaran dari kamar RS

Dua hari yang lalu, aku dan beberapa orang teman kantor menjenguk ibu seorang teman kantorku yang sedang sakit di RS yang letaknya tidak jauh dari kantor.
Ibu temanku sudah menginap dirumahsakit tsb sejak seminggu yang lalu. kondisinya memprihatinkan, penyakit yang ada telah menggerogoti tubuhnya hingga turun 11kg, jadi sekarang terlihat sangat kurus sekali.
sedih banget liatnya.
ayah temanku sampai harus cuti untuk menunggui sang istri tercinta yang harus stay di rumah sakit.
pada saat kita datang, sang suami dengan kesetiaannya, sedang menyisir rambut sang istri dengan perlahan, membantu membersihkan kotoran-kotoran rambut.

pulang dari menjenguk biasa saja, semuanya mengalir dengan normal. kita makan siang, balik ke kantor, kerja lagi seperti biasa, lalu pulang ke rumah. nah ada yang luar biasa neh pas aku sampai rumah.
selama sholat maghrib dan isya aku sedih banget inget tentang kejadian yang terjadi siang tadi.
sebuah pelajaran berharga betapa pentingnya sebuah kesehatan dan yang terpenting lagi dari itu adalah betapa pentingnya ibu yang sehat.
sungguh aku jadi teringat akan segala dosa-dosaku terhadap mamamqu tercinta..
dan air matakupun mengalir dengan derasnya.
karena sedihnya, aku langsung ingin tidur rasanya. sampai-sampai ritual sebelum tidurpun tidak aku laksanakan. maafkan aku suamiku tercinta.

dan dalam hati terucap doaku yang tulus untuk ibuku tercinta..
semoga mamah sehat selalu, dan memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Ya Allah.. maafkan aku yang sering sekali membuat sedih ibuku, sering membuat ibuku menangis karena ulahku, dan maafkan aku yang belum dapat membahagiakan ibu sampai saat ini.

Ya Allah, jagalah ibuku selalu..
aamiin...

obrolan ringan with mamih

Siang ini hujan, yang membuat kondisi di kantorku semakin dingin sajoo,, brrr...
seperti biasa mas erik ngider untuk nawarin makan siang, tapi aku belum lapar jadi aku gak pesan deh, after sholat dzuhur aku n mamih makan di tebar, makan bakwan malang dengan secangkir teh manis hangat, menu yang cocok untuk kami di siang yang dingin ini.

sambil menyantap hidangan yang telah tersedia, kami berbincang-bincang ringan tentang apa saja..
sampai dengan tema perbincangan kita adalah tentang rumah tangga.
aku                   : " mam, pernah bertengkar gak ama ayah?"
mamih               : "gak."
aku                   : "ribut-ribut kecil mam?"
mamih               : "gak"
aku                   : "daripertama nikah gak pernah mam bertengkar atau ribut-ribut kecil gitu?"
mamih               : "iya, alhamdulillah belum pernah"
aku                   : "waaah mamih hebaaaaat......"

dan akupun jadi mikir, udah berapa banyak aku berantem, ribut-ribut kecil atau sekedar ngambek-ngambek..
Ya Allah........ aku yang pernikahannya baru 6 bulan saja sudah banyak gini ngambek n ributnya, malu rasanya dengan mamih, yang notabene sudah menikah sekitar 20tahun...
astaghfirullahala'dziim...
maafkan aku ya Allah.. Maafkan aku suamiqu tercinta...

Resolusi 2012 : "aku harus berusaha untuk tidak mudah ngambek, dan tidak ribut-ribut lagi atau sampai bertengkar"

Ya Allah, ajarkan aku untuk melembutkan suaraku, melembutkan hatiku, melapangkan pikiranku..

suamiku ajari aku untuk tidak mudah marah, dan untuk menjadi makmummu yang setia dan tidak mudah marah...
Aamiiin ^_^

Ibu Profesional

Game Level 1 : Komunikasi Produktif#2